RADAR JOGJA – Berkemah salah satu cara untuk bisa nenikmati keindahan alam. Untuk sebagian orang, berkemah atau camping masih dianggap tidak praktis. Namun, adanya glamour camping (glamping) di wilayah Hutan Pinus, Bantul, pengunjung bisa menikmati suasana alam dengan kenyamanan kamar fasilitas hotel.

Ketua Koperasi Jasa Wisata, Mangunan, Dlingo Purwoharsono menjelaskan tempat glamping di kawasan Hutan Pinus ada di Lintang Sewu dan Seribu Batu Songgo Langit. Fasilitas yang disediakan berupa tempat tidur, selimut dan fasilitas kamar seperti layanan hotel berbintang.

Glamping di Seribu Batu Songgo Langit, wisatawan akan dimanjakan dengan suasana hutan yang masih asri. Jika ingin menikmati panorama alam untuk memanjakan mata, pengunjung bisa memilih spot Lintang Sewu. “Disini bisa melihat matahari terbit dan pemandangan gunung, serta di malam hari bisa menikmati lampu kota Jogjakarta,” jelas Harsono (19/2).

Bangunan glamping persis seperti tenda. Namun terbuat dari kayu dan berada di tengah Hutan Pinus. Saat pagi hari, tamu bisa duduk di balkon tenda yang menghadap ke hutan rindang sembari menikmati udara sejuk dan suasana yang tenang. Total, ada 10 tempat meginap glamping di Seribu Batu dan Lintang Sewu. Yang masing-masing tempat memiliki 5 kamar.

Setiap kamar yang disewa, bisa digunakan untuk 4-6 orang. Dengan catatan adanya tambahan extra bed yang digunakan. ”Harga saat ini masih kisaran Rp 500 ribu per malam,” lanjutnya.

Dengan biaya yang ditetapkan saat ini, pengunjung sudah bisa menikmati kamar dengan pelayanan hotel dan welcome drink berupa Jahe Secang. Untuk kamar mandi, juga telah disediakan yang sudah standar nasional Indonesia (SNI).

Sembari berkemah, pengunjung juga bisa mengelilingi tempat wisata menggunakan jeep. Ada juga beberapa wahana rekreasi dan aktivitas luar ruangan lain, serta acara bakar-bakar saat glamping. “Namun ini akan dikenakan biaya tambahan,” tuturnya.

Saat ini, lanjut Harsono, pihaknya sedang mengajukan kenaikan harga ke Dinas terkait. Mengingat harga yang ditawarkan saat ini adalah harga promo, sehingga pengelola masih belum mendapat keuntungan. Terlebih untuk kebersihan fasilitas, pihaknya masih menggunakan jasa.

Meskipun di masa pandemi jumlah kunjungan minim, Harsono tetap menjaga kebersihan lingkungan glamping san melakukan perawatan. Saat ini, promo yang dilakukan untuk menarik pengunjung juga dilakukan melalui media sosial. Meski tidak gencar, di masa pandemi khudusnya PPKM, Harsono memaklumi jika jumlah pengunjung teegolong sedikit. “Kita mengikuti aturan pemerintah. Dan jika ada pengunjung maka jumlah penghuni kamar pasti akan dibatasi,” ungkapnya. (eno/bah)

Bantul