RADAR JOGJA – Intensitas curah hujan diprediksi meningkat. Meningkatnya curah hujan diakibatkan bibit siklon tropis yang akan berubah menjadi siklon pada pada kemarin dan hari ini (26/2).

Kepala Stasiun klimatologi BMKG Jogjakarta Reni Kraningtyas di pesisir hujan lebat berpotensi pada angin kencang dan gelombang. Hujan dengan intensitas lebat, terjadi di daerah dengan topografi tinggi. ”Pada 25-26 Februari curah hujan sedang dan lebat meningkat dan meluas. Tidak hanya di daerah bertopografi tinggi,” jelas Reni dihubungi Rabu (24/2).

KEHUJANAN : Seorang warga melintas saat hujan lebat. Akibat siklon tropis curah hujan mulai kemarin dan hari ini akan sangat tinggi.(SITI FATIMAH/RADAR JOGJA )

Peningkatan curah hujan diprediksi sekitar 10-50 persen. Normalnya, curah hujan di DIJ sekitar 400 milimeter sampai 500 milimeter per bulan pada bulan Februari. “Prediksi kami, terjadi puncak musim hujan dibarengi La Nina yang meluruh, dari sedang menuju lemah. Jadi perkiraan potensi bertambahnya hujan di DIJ bervariasi,” paparnya.

Dijelaskan siklon tropis sudah mulai tampak. Namun, hujan dengan intensitas sedang dan lebat belum terjadi secara menyeluruh. Melainkan hanya di wilayah tertentu. Ini diakibatkan adanya sirkulasi Eddy yang menghalangi angin dari Asia menuju Indonesia.“Sekarang kan masih agak berawan dan ada potensi hujan sedang dan lebat, tapi itu masih beberapa spot. Karena ada blocking Eddy. Ada sirkulasi angin yang menahan alur angin menuju Indonesia, khususnya ke DIJ,” bebernya.

Namun, sirkulasi Eddy diperkirakan punah. Jadi blocking pun terbuka. Kemudian, bibit siklon tropis sudah menjadi siklon bergerak ke barat dari sebelah selatan perairan Jawa di Samudra Hindia menjauhi wilayah Indonesia.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk waspada akan adanya potensi cuaca ekstrim. Gerakannya ke arah barat menjauhi wilayah Indonesia. Tapi, berdampak secara tidak langsung di DIJ dengan penambahan intensitas curah hujan dan angin kencang. “Ada potensi hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, banjir lahar dingin di sekitar Merapi, dan angin kencang,” sebutnya.

Diharapkan pula masyarakat aktif memantau info terkini perkembangan cuaca dari BMKG. “Waspada dan berkoordinasi lebih intens dengan para jajaran terkait. Sehingga terjadi bencana dapat secara sigap mengamankan kondisi wilayah di sekitarnya,” kata dia. (fat/bah)

Bantul