RADAR JOGJA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul menggelar swab PCR massal kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bantul. Hal tersebut untuk mempercepat tracing setelah diketahui terdapat sembilan ASN di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bantul terkonfirmasi Covid-19.
”Swab masal dilakukan karena ada klaster besar, saya sebut saja BKAD,” jelas Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharjo Rabu (24/2).

Seluruh komponen BKAD diminta untuk melakukan swab PCR. Mengingat, temuan sebelumnya di lembaga lain hasil tracing yang cukup besar dan sporadis. Swab PCR juga dilakukan terhadap kontak erat klaster BKAD. Sebab, sebaran penularan di lingkungan BKAD belum diketahui.

“Swab massal ini juga untuk mengetahui sebaran penularan, tidak hanya di BKAD, namun seluruh lingkungan ASN. Terdapat 170 orang yang sudah mendaftar dan jumlahnya masih bertambah,” sebutnya.

Juru Bicara Gugus Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa menambahkan, hasil swab baru diketahui malam ini (kemarin.Red). “Ada sekitar 9 orang (positif Covid-19, Red). Hari ini (kemarin) kami lakukan tracing dan swab-nya ke orang yang berkontak erat, termasuk ASN lainnya. Kemungkinan malam nanti (kemarin) hasilnya keluar,” ujar dokter Oki, sapaan akrabnya.

Dikatakan, pelaksanaan swab PCR memanfaatkan mobil laboratorium bergerak surveilans milik Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) DIJ. Dengan target 300 orang yang ada di lingkungan Pemkab Bantul. ”Hari ini kami selesaikan, targetnya 300 ada yang OTG ada yang suspek,” cetusnya.

Kepala BBTKLPP DIJ dr Irene menyebut, mobil baru digunakan untuk pertama kalinya. Bantul pun menjadi tempat pertama untuk mengoperasikan mobil laboratorium bergerak surveilans. Pelayanan mobil ini menyasar ke seluruh wilayah DIJ-Jateng. Di dalamnya sudah lengkap dengan mesin PCR, ekstraksi dan ada tes molekuler yang cepat sehingga hasil Swab bisa segera diketahui. ”Target kami hari ini 300 orang,” ucapnya.

Dijelaskan, mesin di dalam mobil bisa melakukan pengecekan 96 spesimen dalam satu kali running. Sementara mobil PCR milik Dinkes Bantul berkapasitas 50 spesimen. Selain itu, mobil laboratorium bergerak surveilans milik BBTLKPP DIJ mampu melakukan tiga kali running.

Tenaga Ahli Menkes, Bidang Penanganan Pandemi Covid-19, dokter Andani Eka Putra turut hadir dalam swab masal. ”Ini tentu membantu 3T untuk menekan angka penularan Covid-19. Kegiatan ini dirancang oleh Dinkes Bantul dalam mempercepat 3T, dan kedua mengoperasikan mobil milik BBTKLPP DIJ. Kapasitas cukup besar dan bisa dilakukan kepada 300 spesimen,” kata dia. (fat/bah)

Bantul