RADAR JOGJA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mulai mendata tenaga kesehatan lanjut usia (nakes lansia) untuk menerima vaksin Covid-19.
Kepala Seksi Survelensi dan Imunisasi Dinkes Bantul dokter Abednego Dani Nugroho menjelaskan, dinkes memprioritaskan nakes lansia untuk mendapat kuota. Di mana sebelumnya, Dinkes telah mengajukan nakes lansia sebagai penerima vaksin. “Sebelum ada juknis, kami memikirkan, kalau memang lansia harus disuntik,” jelasnya Selasa (23/2).

Kendati begitu, pria yang akrab disapa dokter Abed tidak menyebut angka pasti nakes lansia yang terdaftar di Bantul. Diperkirakan terdapat 28.912 orang terdaftar sebagai calon penerima vaksin tahap kedua di Bantul. “Kami belum melakukan pendataan lansia khusus,” terangnya.

Terpisah, Humas RSUD Panembahan Senopati Siti Rahayuningsih mengungkapkan, tiga orang nakes lansia di RS-nya sudah menerima vaksin Sinovac. Ketiganya divaksin pada 13 Februari. “Keadaan setelah menerima, baik. Tidak terjadi keluhan. Kemungkinan ada (penambahan, Red), sekarang sedang melakukan pendataan lagi,” ucapnya.

Dokter Abednego Dani Nugroho.(SITI FATIMAH/RADAR JOGJA)

Sementara itu, Sekretaris Provinsi DIJ, Kadarmanta Baskara Aji menyatakan pihaknya siap menyelenggarakan vaksinasi tahap dua secara massal pada awal Maret nanti.

Saat ini, Aji menyatakan pemprov terus berusaha menyelesaikan pendataan calon penerima vaksin. ”Seperti rencana menteri dan presiden akan melaksanakan vaksinasi massal warga Malioboro dan Beringharjo,” jelasnya.

Lebih lanjut, Aji juga menyatakan saat ini masih saja pihak yang ragu untuk divaksin. Beberapa juga ada yang menyatakan takut. Untuk itu, Aji mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu divaksin. “Kan sudah lolos uji semuanya, sudah dimasukkan ke pejabat dan nakes juga,” tandasnya. (fat/kur/bah)

Bantul