RADAR JOGJA – Sampah menjadi permasalahan utama bagi objek wisata (obwis). Penanganannya yang belum maksimal pun merusak keindahan obwis. Selain itu, menimbulkan ketidaknyamanan wisatawan.

Salah seorang wisatawan di Pantai Depok, Bantul, Anshori mengungkap ketidaknyamanannya. Pria 56 tahun ini datang ke Pantai Depok bersama istrinya. Mereka bermaksud melakukan terapi pernapasan di tepi pantai. Namun, yang didapati justru asap pembakaran sampah.

”Ini (menunjuk bakaran sampah, Red) malah dibakar, jadi mengganggu kenyamanan wisatawan,” sebutnya saat sedang menikmati pemandangan Pantai Depok Minggu (14/2).

Menurut warga Pleret, Bantul itu onggokan sampah yang tersisa pun mengganggu pemandangan. Sebab sampah tidak dibersihkan total. ”Seharusnya di sini ada alat (pengolah sampah, Red). Pantai seluas ini harusnya ada mobil khusus untuk menarik sampah,” ujarnya.

Anshori pun membandingkan Pantai Depok dengan pantai di Australia. Di mana tersedia bulldozer untuk menyingkirkan sampah. Kemudian diangkut menuju tempat pembuangan.

Kendati begitu, Anshori maklum. Tumpukan sampah di Pantai Depok tidak setiap saat terjadi. “Tidak selamanya seperti ini, saat ombak pasang besar saja. Ini juga musim hujan, jadi dari kali mungkin mengalir ke sini. Kalau tidak musim hujan, biasanya bersih. Wong saya sering ke sini untuk terapi, kami juga suka kuliner,” ucapnya.

Terpisah, Pengurus Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Depok Kusmadi mengaku, sampah di tepi Pantai Depok merupakan tanggung jawab lembaganya. “Sampah merupakan tangung jawab TPI. Sampah juga merupakan problem wisata di Pantai Depok. Pantai menjadi tidak nyaman, karena banyak sampah di mana-mana,” ujarnya.

Dijelaskan, umumnya sampah di Pantai Depok dibawa oleh aliran sungai. Mayoritas merupakan material pepohonan yang terbawa arus sungai ke laut. Kemudian terdampar ke tepi pantai akibat tersapu ombak.

Sejauh ini, petugas melakukan pembersihan pantai secara terbatas. Lantaran jumlah personel yang minim. Kusmadi pun mengatakan, kesadaran warga dalam menjaga lingkungan bersih pun minim. “Biasanya ada petugas dari dinas pariwisata. Jadi kami hanya membantu membersihkan. Tapi volume sampah kali ini cukup banyak,” terangnya.

Pria 47 tahun ini pun menyebut, sampah yang menepi di bibir Pantai Depok tidak dapat dibersihkan dalam sekali waktu. Tapi membutuhkan waktu berminggu-minggu. “Pokoknya selama musim penghujan, sampah nggak habis-habis,” jelasnya. (fat/bah)

Bantul