RADAR JOGJA – Pelaku wisata memilih pasrah, menyikapi pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang sampai 23 Februari. Mereka tetap mengikuti aturan pemerintah hingga penetapan PPKM dicabut.

Ketua Koperasi Notowono Mangunan, Dlingo, Bantul, Purwo Harsono menegaskan pelaku wisata tidak bisa menolak dengan kebijakan tersebut. Sebab,PPKM merupakan kebijakan pemerintah dalam menangani Covid-19.
”Kami ngalir aja, meski PPKM sangat berdampak. Mulai uji coba terbatas saja, dampak sudah luar biasa,” sebut pria yang akrab disapa Ipung kemarin (8/2).

Sebelum penerapan PPKM, Mangunan dikunjungi sebanyak 21.218 wisatawan per minggu. Namun, sejak PPKM diterapkan, jumlah wisatawan turun menjadi sekitar 10.000 wisatawan per minggu. Jadi, penurunan wisatawan mencapai hampir 50 persen. “Lebih parah kalau dibandingkan dengan periode sama di tahun kemarin, turunnya sampai 79 persen,” ungkapnya.

Ipung berharap, perpanjangan PPKM kali ini menjadi yang terakhir. Lantaran anggotanya mulai merasa sulit bangkit. “Kami bertahan hidup di sini sambil menunggu penanganan Covid-19 oleh pemerintah. Harapannya tidak mundur dalam waktu yang lama banget. Kalau mundur lebih dari dua tahun, sangat berat untuk kami bertahan hidup,” ucapnya.

Kendati begitu, surutnya wisatawan dimanfaatkan pelaku wisata untuk menata diri. Terutama terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM). Untuk itu, pihaknya ingin mengubah pasar, bukan lagi spot selfie, tapi jadi kawasan wisata budaya.

Dijelaskan, sebelum pandemi pasar wisata Mangunan sudah mencakup Asia Pasifik, seperti Thailand, Singapura, Malaysia, dan Korea. Saat pandemi, penurunan sangat tarasa karena akses negara tidak lagi terbuka. ”Itu pengaruhnya kuat,” bebernya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis menuturkan, Pemkab Bantul telah mengeluarkan Instruksi Bupati No 5/2021 tentang PPKM Berbasis Mikro Di Kabupaten Bantul Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Instruksi memuat 19 poin. Kegiatan jasa diperkenankan beroperasi sampai pukul 21.00. Namun tempat wisata tetap diperkenankan beroperasi sampai pukul 20.00.

Sementara Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul merilis kunjungan di Bumi Projotamansari yang kembali turun. Pada 30-31 Januari, Bantul menerima 11.347 kunjungan. Jumlah itu turun pada 6-7 Februari yang hanya menerima 9.044 kunjungan. (fat/bah)

Bantul