RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul meresmikan gedung baru Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Panembahan Senopati. Pembangunan gedung menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan RI menyedot anggran sekitar Rp 8,9 miliar.

Direktur RSUD Panembahan Senopati dokter I Wayan Marthana WK menyebut, gedung IGD baru memiliki tiga lantai dengan luas total sekitar 1.997 meter persegi. Gedung memiliki tiga ruangan yang terbagi menjadi zona merah, kuning, dan hijau.

Zona merah digunakan untuk penanganan segera. Zona kuning yang bisa ditunda sekian menit. Dan zona hijau diperuntukkan bagi pasien yang bisa diobati dan pulang.

Idealnya, gedung baru IGD RSUD Panembahan Senopati berdaya tampung empat bed di zona kuning. Sementara zona merah hanya berkapasitas tiga pasien. Lantaran tindakan yang perlu dilakukan dan nakes yang terlibat banyak, sehingga harus lebih longgar. ”Untuk ibu bersalin ada tiga ruangan, ruang bayi juga ada. Jadi kapasitas bisa untuk sepuluh pasien,” jelas I Wayan ditemui usai peresmian Selasa (2/2).

Dalam gedung baru tersebut, tersedia pula ruang isolasi IGD khusus untuk pasien Covid-19 berkapasitas dua bed. Gedung baru IGD pun dilengkapi ruang dekontaminasi, dimana ruangan ini tidak tersedia di IGD lama.
Direncanakan, gedung efektif beroperasi akhir Februari. Sebab petugas butuh melakukan uji fungsi dan kelayakan alat medis. “Kami juga harus boyongan, ke IGD baru secara bertahap, itu membutuhkan waktu,” ucapnya.

Bupati Bantul Suharsono mengatakan, IGD adalah wajah depan pelayanan di RS. Bila pelayanan IGD baik, sebuah RS akan dapat dikatakan baik. “Namanya RS yang utama adalah pelayanan,” pesannya. (fat/bah)

Bantul