RADAR JOGJA – Dua penambang pasir di muara Kali Opak terseret arus. Akibat mesin perahu pengangkut pasir yang mereka tumpangi mati ketika akan kembali ke tepi. Padahal, arus Kali Opak sedang dalam kondisi deras. Korban bernama Waluyo, 52, berhasil diselamatkan petugas. Sementara Suhardi, 43, masih dalam pencarian.

Ketua penambang pasir sekitar muara Kali Opak, Suharyanto mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 05.30. Berdasar informasi yang diperolehnya, Waluyo dan Suhardi hendak pulang. Namun, mesin perahu yang ditumpangi mati. “Kronologi, saya tidak tahu persis. Tapi informasinya, sudah melaju mau pulang. Di tengah jalan, mesinnya mati. Setelah itu otomatis terbawa Kali Opak,” paparnya dihubungi Radar Jogja Senin (1/2).

Saat kejadian, kata dia, air laut sedang dalam keadaan surut. Sehingga arus Kali Opak menjadi lebih deras. “Kalau lagi pasang, malah aman, enggak mengalir,” ujarnya. Karenanya, Waluyo dan Suhardi terseret arus saat mesin perahu mereka mati. Waluyo berhasil diselamatkan oleh petugas, tapi Suhardi terseret arus ke laut dan sampai saat ini belum ditemukan. “Teman-teman penambang juga membantu (menolong Suhardi, Red). Tapi arusnya kencang, jadi takut, cuma dilempar tambang. Enggak sampai,” imbuhnya.

Penambang pasir di sekitar muara Kali Opak memang biasa memulai aktivitas usai subuh. Namun, mereka tidak menyertai diri dengan peralatan keamanan. “Rata-rata penambang tidak membawa pelampung. Repot. Justru yang hanyut jago berenang, jadi agak aneh juga. Kalau yang selamat itu malah dia nggak pandai berenang. Enggak bisa mungkin. Kami tidak tahu juga. Ini kecelakaan, kejadian seperti ini, baru pertama kali,” sebutnya.

Kendati belum bertemu langsung, Suharyanto menyebut kondisi Waluyo baik. Bahkan warga Bungkus RT 3, Parangtritis, Kretek, Bantul itu masih dapat berjalan dan tertawa. “Cuma saya belum ketemu orangnya. Tapi yang jelas sudah terselamatkan. Orangnya sudah di rumahnya,” ucapnya.

Koordinator Satlimas Rescue Istimewa Wilayah III Muhamad Arif Nugraha membenarkan adanya laka laut. Terseretnya penambang pasir di Muara Kali Opak ke laut, akibat mesin perahu mati saat arus deras. “Baru kali ini terjadi. Itu memang pekerjaan berbahaya,” ujarnya.

Dilaporkan, sebelumnya, dua petugas berhasil menyelamatkan satu orang korban. Guna pencarian korban hilang, petugas menerjunkan 69 personel Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III. Pencarian juga dibantu oleh Ditpolair Polda DIJ, Basarnas, dan TNI. “Penyisiran di lokasi dekat TKP, menggunakan selancar dua personel. Terus pakai jet sky dua personel ke barat dan timur,” sebutnya.

Sesuai SOP, pencarian dilakukan selama tiga hari. Tapi menyesuaikan kondisi. Pencarian petugas terkendala air keruh. “Jadi tidak dapat mengidentifikasi. Mayoritas, muara kali juga dalam. Terpantau pula di sisi timur muara kali ada palung,” ungkapnya. (fat/pra)

Bantul