RADAR JOGJA – Tumijan tega mencabuli tiga orang anak. Lantaran warga Patalan, Jetis, Bantul ini merasa tergoda dengan anak perempuan yang sedang beranjak remaja. Dia mengiming-imingi korban akan membelikan boneka.

Tumijan sendiri mengaku memiliki dua anak dan keduanya perempuan. Tapi dia tidak berpikir panjang melakukan tindakan bejatnya itu. “Awalnya membantu (dua orang korban, Red) kena beling pecahan botol. Kalau melihat anak baru itu, timbul niatan untuk memegang,” ujar pria 50 tahun itu saat jumpa pers di Mapolres Bantul kemarin (29/1).

Pria yang biasa bekerja sebagai petani dan peternak bebek ini mengaku enggan berhubungan dengan orang dewasa. Lantaran tidak memiliki uang dan takut terinfeksi penyakit menular seksual. Tapi, dari hasil penyelidikan petugas, pelaku juga diduga melakukan pencabulan terhadap perempuan dewasa. “Pengembangan saat penyidikan, ternyata ada yang dewasa, tapi belum kami dapatkan keterangannya,” ungkap Banit PPA Satreskrim Polres Bantul Aipda Mustafa Kamal.

Penyelidikan petugas bermula dari salah satu korban berinisial KRN, 9, menceritakan kejadian yang dialaminya kepada sang kakak. Mereka awalnya takut, tapi kemudian memberanikan diri bercerita pada orang tuanya. Selanjutnya, terjadi musyawarah lingkungan. Tapi orang tua KRN belum mengetahui kejadian secara utuh. “Setelah terjadi pertemuan di lingkungan masyarakat, dan faktanya, yang diketahui oleh orang tua korban berbeda. Mereka tidak terima,” kata Aipda Mustafa.

Mengetahui kejadian sebenarnya yang dialami oleh anaknya, orang tua KRN lalu melapor pada petugas. Kasus pun berkembang, ternyata ada dua anak perempuan lain yang menjadi korban, LTF, 8; dan ZIL, 7.  “Berkembang ke anak yang lain mau menceritakan peristiwanya, ternyata ada beberapa anak yang juga diperlakukan seperti itu. Akhirnya yang melaporkan memang dari keluarga anak KRN. Yang lain, setelah kami meminta informasi, memang mengalami hal yang sama. Diduga dilakukan peristiwa yang sama. Bahkan saling menyaksikan,” paparnya.

Ketiga korban dicabuli lebih dari satu kali. KRN sebanyak empat kali, LTF sebanyak dua kali, dan ZIL sebanyak tiga kali. “Ancaman, bahwasannya pelaku meminta ke anak, itu rahasia mereka, jangan disampaikan ke orang tua atau siapapun,” ujarnya.

Tempat kejadian perkara (TKP) berada di sekitar kediaman tersangka yang sepi. Antara lain di kamar milik anak Tumijan, kamar pribadi, jalan desa, dekat kolam ikan, dan sekitar kandang sapi. Peristiwanya, kata dia, satu lingkup bermain bersama. Para korban diketahui sering bermain di sekitar rumah pelaku. Kondisi rumah tersangka sepi, anak pertama dan istri bekerja. Yang kecil bermain. “Anak-anak ini di sekitar lingkungan tetangga sering bermain di sekitar rumah pelaku,” ujarnya.

Akibat ulahnya, Tumijan dijerat pasal 82 UURI no17/2016 tentang Penetapan Perpu No 1/2016 tentang Perubahan Kedua atas UURI No 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Terancam kurungan penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun. (fat/pra)

Bantul