RADAR JOGJA – Abdul Halim Muslih dan Joko Budi Purnomo resmi ditetapkan sebagai Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bantul terpilih dalam pilkada 2020. Langkah pertama yang akan dilakukan oleh pasangan ini adalah mematangkan konsep visi dan misi yang diusungnya.

“Nanti akan menjadi rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Sehingga setelah dilantik semua sudah siap dan program unggulan yang kami sampaikan ke masyarakat bisa segera kami luncurkan,” sebut Halim usai penetapannya Jumat (22/1).

Salah satu realisasi visi dan misi adalah bantuan masing-masing Rp 50 juta untuk 933 padukuhan di Bumi Projotamansari. Menurut dia, itu harus ditata, dalam B2MD, BKK, BKU, atau ADD, bagian dari pilihan. Itu contoh, kami harus menata program yang kami tawarkan kepada rakyat. Termasuk mendayagunakan peran posyandu. Untuk pemberantasan stunting. “Itu harus disiapkan, apakah diklat kader-kader. Apakah perlu mendapat insentif. Itu hal yang sangat teknis,” paparnya.

Kendati begitu, disadari Bantul masih berperang melawan pandemi Covid-19. Bahkan jumlah penambahan kasus terpaparnya masyarakat akan Covid-19 dinilai masih tinggi. Tercatat, Bantul mengisolasi 881 orang setelah terjadi lonjakan 182 kasus pada Kamis (21/1). Itu, kata dia, angka yang tinggi. Ke depan ini semakin memicu pemerintah untuk menemukan cara lain, menekan penyebaran Covid-19. Di samping, vaksinasi sudah mulai dikucurkan. “Tapi menurut ahli, itu bukan satu-satunya yang bisa diandalkan, yang harus kita andalkan kita kembali ke pribadi masing-masing untuk taat protokol kesehatan (prokes),” pesannya.

Terkait penetapannya, Halim mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul. Lantaran telah menyelesaikan tahapan paling penting, yaitu penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati Bantul terpilih pilkada serentak 2020. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bawaslu, Kapolres, Dandim dan semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan Pilkada 2020. Terakhir, terima kasih kepada masyarakat Bantul yang aktif mengikuti tahapan pesta demokrasi. Terbukti Bantul yang tingkat partisipasi demokrasinya tertinggi di DIJ,” ujarnya.

Ketua KPU Bantul pun mengucapkan selamat atas penetapan Halim-Joko sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bantul terpilih pilkada 2020. Dijelaskan, penetapan dilakukan setelah KPU Bantul menerima Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) dari Mahkamah Konstitusi (MK). Pengumuman dari MK berupa BRPK ini menjadi dasar, tidak ada gugatan hasil pemilihan di Bantul. “Setelah BRPK diterbitkan, KPU Bantul mempunyai waktu paling lama tiga hari untuk melaksanakan rapat pleno terbuka penetapan calon terpilih Bupati dan Wakil Bupati Bantul,” ujarnya.

Bupati dan Wakil Bupati Bantul terpilih selanjutnya diusulkan pengesahannya oleh KPU Bantul melalui DPRD Bantul. KPU Bantul menyampaikan surat keputusan penetapan hasil pemilihan tingkat kabupaten serta surat keputusan penetapan calon terpilih sebagai prasyarat pengusulan pengesahan. “Kemudian, DPRD Bantul akan melakukan sidang paripurna dengan agenda pengangkatan dan pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati Bantul. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, untuk pelantikan Bupati dan Wakil Bupati akan dilakukan oleh Gubernur di ibukota provinsi,” paparnya. (fat/pra)

Bantul