RADAR JOGJA – Kesibukan Bripka Tri Asih menjadi polwan tak mengurangi niatnya untuk berkebun. Kini dia sukses mengembangkan nanas bagong di rumanya. Dia pun kerap berbagi pengalaman menanam nanas bangong.

Enam tahun lalu, seorang polisi wanita (polwan) mulai membudidayakan nanas di rumahnya, Padukuhan Piring I RT 03, Murtigading, Sanden, Bantul. Kala itu, perempuan 38 tahun ini mendapat oleh-oleh dari ibunya yang baru pulang dari Sumatera. Oleh-oleh itu berupa nanas dengan ukuran besar.

Ukuran nanas yang dinilai jumbo ini, membuat ibu dua anak itu tertarik untuk membudidayakan. “Saya tanam bunga yang di atas nanas dan tumbuh menjadi bibit,” ungkap polwan yang menjabat Babinkamtipmas Murtigading, Bripka Tri Asih kepada Radar Jogja Kamis (20/1).

Bibit lantas ditanam oleh Bripka Tri Asih di pekarangan samping rumahnya. Panen pertama, ukuran nanas sudah mencapai berat lima kilogram. Merasa berhasil, polwan bertangan dingin ini kemudian mengambil tunas-tunas baru dari bibit perdananya. Dipindahkannya ke dalam pot dan dibudidayakannya. “Sekarang sudah ada ratusan pohon,” ujarnya bangga.

Pekarangan sempit samping rumahnya menjadi lokasi budidaya. Selain itu, penggemar anggrek ini sudah memiliki 300 pot yang khusus untuk pembudidayaan nanas saja. “Soalnya biar pun potnya berhimpitan tidak masalah. Pohon nanas itu tidak tumbuh tinggi tapi merekah seperti bunga. Tidak memakan tempat yang banyak,” jelasnya.

Ya, untuk menghemat lahan, daun nanas yang menjuntai pun dapat dipotong. Dan itu tidak mempengaruhi tumbuh kembang buah nanas. Selain itu, perawatn nanas pun dinilai mudah. Lantaran hanya membutuhkan penyiraman saat pagi dan sore hari. “Di musim penghujan begini, saya malah nggak harus menyiram,” ujarnya lantas tertawa.

Untuk media tanam, Bripka Tri Asih menggunakan campuran merang atau kulit tanaman padi, tanah, dan kotoran kambing. Campuran itu disebutnya dapat membuat nanas berkembang baik mencapai ukuran maksimalnya. “Nah, karena ukuran nanasnya besar, saya beri nama nanas bagong,” cetusnya.

Ukuran nanas hasil budidaya Bripka Tri Asih berkisar antara lima sampai enam kilogram. Ukurannya memang tidak biasa, karena umumnya nanas hanya berukuran satu sampai dua kilogram saja. Keunggulan lainnya, nanas berdaging tebal. Selain itu, memiliki kandungan air yang tinggi. “Rasanya manis dengan sedikit rasa kecut. Tapi saat musim panas, dia akan lebih manis,” Bripka Tri Asih menjelaskan.

Keberhasilan pembudidayaan, membuat Bripka Tri Asih ingin berbagi. Dia kerap membawa hasil kebunnya ke kantor. Bukan cuma itu, warga yang menginginkan nanas bagong pun diberinya dengan percuma. Termasuk bibit nanas bagong dan cara pembudidayaannya. Tapi, Bripka Tri Asih memberikan tips utamanya merawat nanas bagong, “Perawatan harus penuh kasih sayang,” sebutnya kemudian kembali tertawa.

Tips yang dibagikan oleh Bripka Tri Asih penting. Lantaran bila tidak diterapkan, ukuran nanas bagong bisa jadi tidak akan maksimal. “Tiap pagi mesti dilihat, pulang kerja juga mesti dilihat. Beda. Setiap tanaman akan merasakan itu. Memang harus ada interaksi yang dibangun dengan tanaman,” ujarnya. (fat/pra).

Bantul