RADAR JOGJA – Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah kejadian di wilayah Bantul Rabu (20/1). Hujan deras sejak pukul 13.40 tersebut menyebabkan sejumlah pohon tumbang.

”Terjadi di 14 titik lokasi. Ada juga kejadian gerakan tanah di empat titik lokasi,” ungkap Manajer Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Aka Luk Luk Firmasyah Rabu (20/1).

Lokasi bencana tersebar di lima kapanewon yang meliputi sepuluh kalurahan. Bencana paling banyak terjadi Kapanewon Pandak. Lima kalurahannya, Gilagharjo, Wijirejo, Caturharjo, Triharjo, dan Ringinharjo mengalami bencana sebanyak sebelas titik.

Kapanewon Bantul mengalami bencana di kalurahan Bantul dan Trirenggo masing-masing satu titik. Kapanewon Jetis dan Pleret mengalami bencana satu titik. Sementara Dlingo, mengalami tiga bencana di Kalurahan Muntuk. “Total estimasi kerugian dari kejadian tersebut sekitar Rp 37.800.000,” sebutnya.

Dampak hujan deras disertai angin kencang ini menumbangkan pohon sehingga menghambat enam akses jalan, mengganggu dua lokasi jaringan PLN, merusak lima rumah, merusak satu bangunan instansi pemerintah, dan satu tempat usaha. Sementara pergerakan tanah merusak tiga rumah dan satu makam.

Untuk itu, Aka meminta warga mewaspadai potensi hujan disertai angin dan petir. Terlebih, Januari hingga Februari merupakan puncak musim hujan. “Bagi wilayah yang memiliki potensi longsor dan banjir, untuk memantau wilayah rawan melalui siskamling atau ronda dan mengenali tanda-tanda bahaya,” pintanya.

Salah satu lokasi yang terdampak cuaca ekstrem Selasa lalu adalah Kalurahan Muntuk, Dlingo, Bantul. Kasi Operasional SAR DIJ Distrik Bantul, Bondan Supriyanto mengungkap, longsor terjadi pada Selasa pukul 17.30. Tebing setinggi 20 meter longsor dan menimpa tiga rumah. “Penyebabnya hujan deras. Longsor terjadi di dua titik dengan jarak lokasi sekitar satu kilometer,” sebutnya.

Bencana tidak menimbulkan korban jiwa, namun satu rumah dilaporkan dinding bagian belakangnya roboh. Sementara satu rumah lagi, roboh total terhantam longsoran. Dua kepala keluarga dengan delapan orang jiwa pun diungsikan ke lokasi yang aman. “Pembersihan material longsor dilakukan oleh masyarakat sekitar dibantul Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB),” ucapnya.

Namun, pembersihan mengalami kendala. Di mana material longsor berupa bongkahan batu. Padahal, alat berat tidak dapat menjakau lokasi longsor. Diperkirakan, pembersihan memakan waktu sampai tiga hari. “Lokasinya agak sulit, jadi tidak pakai alat berat. Untuk warga terdampak sudah dievakuasi. Kemarin kami menawarkan tenda, tetapi katanya mau menginap di rumah saudaranya,” kata dia.

Bondan mengungkapkan, terdapat rumah di bagian atas dekat longsor. Rumah ini dinilai mengkhawatirkan. Lantaran potensial terkena longsor susulan bila kembali terjadi hujan deras. “Penghuninya juga sudah kami minta untuk mengungsi,” cetusnya. (fat/bah)

Bantul