RADAR JOGJA – Tidak tersedianya shelter di seluruh kalurahan, membuat pasien harus mengungsi ke kalurahan lain. Salah satunya yang dirasakan oleh pria 65 tahun, sebut saja Djoko. Kalurahan asal tempat tinggalnya belum dapat menyediakan shelter. Beruntung salah satu kalurahan bersedia menampungnya.“Fasilitas di sini lengkap,” ujarnya saat dihubungi Radar Jogja Selasa (19/1).

Djoko terkonfirmasi Covid-19 sejak 12 Januari lalu. Setelah perawatan sekitar enam hari, keadaannya pun membaik. Sehingga dipindah ke shelter. Tapi, membludaknya jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19, membuat shelter milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul penuh. “Alhamdulilah, dicarikan tempat oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, dan diperhatikan oleh lurah setempat,” ungkapnya.

Tentu tidak semua orang seberuntung Djoko. Dan tidak semua shelter juga, mau menerima pasien terkonfirmasi Covid-19 yang berasal dari luar daerahnya. Salah satu kalurahan yang sudah menyediakan shelter adalah Kalurahan Tamanan, Banguntapan, Bantul. “Kami sementara hanya menampung warga sendiri, karena berdasar surat edaran, masing-masing desa harus menyediakan shelter. Kami mengutamakan warga kami,” sebut Carik Kalurahan Tamanan, Sigit Erwanto.

Kendati begitu, diakui pihaknya sempat empat bingung, menyikapi surat edaran Sekda Bantul yang meminta kalurahan menyediakan shelter.

Dikatakan, Kalurahan Tamanan memang mengalokasikan dana untuk Covid-19 yang dimasukkan dalam pos batuan tidak terduga (BTT). Tapi, alokasinya untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak utamanya difabel. “Kami mikir, di FPRB ada dana yang lumayan banyak untuk sarana dan prasarana penanganan Covid. Kami gunakan dana dari sarana dan prasarana itu dulu. Kebetulan kami juga tidak membuat bangunan dari nol. Kami punya GOR, sementara, kegiatan olahraga off,” kata dia.

Anggaran sebesar Rp 20 juta pun dikucurkan untuk membangu shelter berkapasitas 12 pasien itu. Shelter saat ini dihuni oleh dua pasien terkonfirmasi Covid-19. “Kami sekat dan buatkan pintu. Keluar langsung kamar mandi. Kapasitas untuk 12 orang. Terisi dua orang. Untuk stok bahan makanan, ada beras dan mie instan. Shelter juga kami lengkapi tv 21 inch,” paparnya.

Sementara untuk logistik pencegahan Covid-19, Sigit menyebut kalurahannya menerima bantuan dari Dinkes Bantul. Seperti cairan disinfektan, vitamin, hand sanitizer, dan obat-obatan. “Kami bekerjasama dengan puskesmas Banguntapan II yang kebetulan bersebelahan. Dari sana juga menyuplai untuk vitamin. Ada dokter yang juga rutin memeriksa,” jelasnya. (fat/bah)

Bantul