RADAR JOGJA – Seiring penambahan kasus, shelter untuk pasien terkonfirmasi Covid-19 terus ditambah Pemkab Bantul. Yang terbaru dengan mengaktifkan shelter di RS Patmasuri.

Penanggulang Medis Shelter Patmasuri sekaligus Plt Kasi Pengendalian Penyakit menular Dinas Kesehatan (Diskes) Bantul dr Budi Nur Rokhmah menyebut, shelter Covid-19 difungsikan untuk merawat tiga jenis pasien konfirmasi Covid-19. Pasien dengan gejala ringan, tanpa gejala, dan pasien dengan penyakit penyerta. Tapi khusus untuk jenis terakhir, pasien harus dipastikan dalam keadaan stabil dan tidak dalam kondisi khusus.

“Shelter masih bisa (merawat pasien, Red) dengan penyakit penyerta yang tidak dalam kondisi khusus, seperti ibu hamil. Kalau memiliki penyakit penyerta tapi terkontrol, cuma butuh satu obat boleh,” ungkapbya dihubungi Radar Jogja Minggu (17/1).

Untuk itu, shelter berkapasitas 54 bed itu dilengkapi dengan tiga kamar cadangan. Fungsi kamar cadangan, sebagai tempat observasi pasien yang memiliki penyakit penyerta. Sekaligus memudahkan pemantauannya. “Tapi saat ini kami baru merawat pasien dengan gejala ringan dan tanpa gejala,” sebutnya.

Disebutkan, sebanyak sepuluh pasien masuk ke Shelter Patmasuri pada Jumat sore (15/1). Kemudian pada Sabtu (16/1) masuk sembilan pasien. Mereka menempati bangsal bekas VIP Patmasuri. Sementara bangsal utara yang berkapasitas 35 bed masih kosong. “Rencana akan terima pasien lagi Rabu (20/1), karena ada yang masih perlu dibenahi,” ujarnya.

Shelter pun dilengkapi dengan fasilitas pemeriksaan mandiri, seperti alat cek tensi dan suhu tubuh otomatis. Shelter dijaga enam perawat dan tiga dokter konsultan. Terdapat pula bidan konsulen. “Siapa tahu ada yang menyusui,” sebutnya.

Untuk akomodasi, tersedia kamar dan perlengkapannya. Pasien pun diberi alat perlengkapan kamar dan kamar mandi. Tiap kamar tersedia tempat cuci tangan. Pasien juga mendapat paket dan perlengkapan makan minum. “Kemudian mendapat vitamin, madu dan vitamin c standar 500, D, dan Zinc. Makan tiga kali sehari, juga ada televisi,” kata dia.

Sekda Bantul Helmi Jamharis pun menilai, Shelter Patmasuri ready for use. Pemkab Bantul pun terus menambah jumlah shelter. Pihaknya sudah membuat edaran ke desa untuk membuat shelter. Untuk merawat yang bergejala ringan dan tidak bergejala. “Kalau semakin parah dan kondisi semakin menurun, kami rujuk pada RS yang memadai dan dapat memberikan perawatan,” ujarnya.

Langkah ini mendapat apresiasi dari Ketua DRPD Bantul Hanung Raharjo. Dalam pantauannya, Bantul masih mengisolasi 1.043 pasien konfirmasi Covid-19. “Kami care dengan kondisi ini. Kami berharap prokes tetap diterapkan dan ditingkatkan. Jangan dikesampingkan. Shelter Patmasuri sudah dibuka, kami akan turut melakukan pengawasan. Mendorong agar pelayanan masyarakat terus ditingkatkan,” sebutnya. (fat/pra)

Bantul