RADAR JOGJA – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali ternyata dilanggar. Terbukti kendaraan dengan pelat asal Pati, Jawa Tengah terparkir di gedung DPRD Bantul. Namun, kedatangan yang dianggap tanpa pemberitahuan itu ditolak.

“Sempat ada kunjungan, tapi kami tidak mau menerima,” sebut Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo dihubungi Radar Jogja kemarin (15/1). Hanung menyebut tidak tahu pasti, asal tamu yang sempat bertandang. Lantaran kunjungan disebutnya tiba-tiba. “Kami enggak tahu, karena dadakan. Mungkin mereka tidak tahu infonya, kami nggak bisa menemui. Memang tidak boleh kan sedang PPKM,” tambahnya.

PPKM, yang di DIJ dikemas menjadi pembatasan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM), membuat DPRD Bantul membatasi diri. Sehingga menolak kunjungan dari luar kota. Termasuk melakukan kunjungan ke luar kota. Tapi, itu hanya dapat dilakukan bila sebelumnya terdapat surat permohonan yang masuk ke DPRD. “Kalau tadi terlihat hanya waton jujuk (asal datang). Surat permohonan kami tidak tahu. Kalau yang ada surat kami tolak,” tegasnya.

Hanung pun mengklaim, DPRD Bantul sudah tidak menerima kunjungan atau berkunjung dari dan ke luar DIJ sejak Desember. Itu akan dipatuhi, sampai PPKM dicabut. “Kami sudah tidak kemana-mana sejak Desember. Kami tidak menerima juga sejak Desember. Baru akan menerima kembali ketika PSBB dicabut. Kami melihat juga perkembangan Covid,” paparnya.

Sekda)Bantul Helmi Jamharis pun berharap, OPD untuk dapat bekerjasama. Terkasuk DPRD Bantul untuk menjalankan Instruksi Bupati Bantul No 1/2021 tentang Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat Di Kabupaten Bantul. “Sudah jelas, kami tidak memperbolehkan ASN melaksanakan perjalanan keluar daerah,” jelasnya.

Mengingat Bantul masih merawat 1.043 pasien terkonfirmasi Covid-19. Larangan berkunjung dan menerima kunjungan dimaksudkan untuk saling melindungi. “Jangan sampai nanti ke Bantul mendapat oleh-oleh yang tidak menggembirakan. Atau sebaliknya, dari Bantul keluar, jangan sampai membawa bingkisan yang tidak mengenakan. Kita kan nggak tahu. Pribadi kita membawa Covid atau tidak. Kami minta kerjasamanyalah,” ujarnya. (fat/pra)

Bantul