RADAR JOGJA – Penambahan ruang isolasi menjadi salah satu solusi Pemkab Bantul. Kasus penambahan pasien konfirmasi Covid-19 di Bumi Projotamansari belum menunjukkan perkembangan baik. Bahkan, peningkatan angka kasus atau positive rate mencapai 38 persen.

“Ini memang bisa disebut tinggi. Ketersediaan rumah sakit sekarang full. Gugus Tugas mengimbau kepada RS untuk bisa menambah ruang isolasi Pasien Covid-19,” sebut Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis Jumat (8/1).

Melalui imbauan tersebut, Helmi meminta pengelola RS membuat rekayasa. Kebijakan dalam mengorganisasi RS untuk menyediakan ruang isolasi tambahan. Terlebih dengan adanya 106 kasus baru pasien konfirmasi Covid-19 di Bantul. “Karena itu, harapan kami bisa direspon secara positif oleh pengelola RS untuk kepentingan bersama. RS PKU Muhammadiyah Bantul sudah siap, Barangkali RS lain akan sama,” cetusnya.

Dilaporkan pula, RS Lapangan Khusus Covid-19 yang berkapasitas 50 tempat tidur (TT) sudah penuh. Termasuk dua shelter berkapasitas 14 dan 60 TT yang tersedia. Selain itu, Pemkab Bantul mempersiapkan RS Patmasuri untuk nantinya digunakan sebagai RS rujukan. “Semua akan digunakan untuk merawat yang pasien bergejala. Konsentrasi kami merawat yang bergejala, yang orang tanpa gejala (OTG) karantina mandiri,” ungkapnya.

Terpisah, Humas RSUD Panembahan Senopati Siti Rahayuningsih mengungkap, RS-nya sudah merencanakan penambahan ruang isolasi Covid-19. Lantaran 32 TT yang mereka sediakan dirasa overload. “Kami memiliki 32 TT, tapi pasiennya lebih dari itu. Kami berencana untuk menambah ruang rawat, tinggal menunggu eksekusinya,” ujarnya.

Direncanakan, RSUD Panembahan Senopati minimal akan menambah delapan kamar. Kapasitasnya, dapat mencapai 16 TT. “Bisa menampung dua pasien per kamar. Tapi kondisional, per kamar bisa diisi satu atau dua TT,” ucapnya.

DiRSUD Panembahan Senopati sendiri merupakan RS rujukan Covid-19. RS ini diklaim memiliki spesialisasi lebih banyak dan kompleks. Karenanya, RS merawat pasien konfirmasi Covid-19 dengan komorbit dan gejala berat. (fat/pra)

Bantul