RADAR JOGJA – Akibat pandemi Covid-19, kelas tatap muka masih belum jelas kapan digelar. Usaha kos di sekitar kampus pun terdampak. Salah satunya dirasakan Sofi Larasati. Kos putri milik Sofi berada dekat kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta, tepatnya di Demangan RT 2, Bnagunharjo, Sewon, Bantul.

Saat ini hanya lima kamar yang terisi. Padahal, Sofi menyediakan 25 kamar kos. “Selama kampus tidak beroperasi, anak kos pada pulang, barangnya juga pada diambil. Katanya mau balik kalau kampus kembali tatap muka,” ujar Sofi saat ditemui Radar Jogja Selasa (29/12).

Kos Sofi diisi tiga mahasiswa, sementara dua lainnya adalah pekerja. Perempuan 55 tahun ini mengaku tidak mengurangi tarif kos. Namun dia memperkenankan penghuni kos membayar per bulan. “Biasanya saya minta per tahun Rp 2,5 juta. Ya, ini sudah ada empat orang yang menghubungi. Mereka mahasiswa baru ISI. Tapi baru mau kasih DP kalau sudah ada kejelasan kapan tatap muka. Itu aja mau bayarnya juga per bulan,” keluhnya.

Senada pemilik kos putra, Susilah pun menyebut jumlah hunian di kosnya berkurang. Lantaran mahasiswa asal daerah tidak memperpanjang kos. Seperti mahasiswa asal Klaten, Semarang, dan Ciamis. “Kuliah online, jika sudah tatap muka akan kos lagi,” sebut perempuan 40 tahun itu.

Total Susilah memiliki 16 kamar, empat di antaranya kosong dan dua kamar sudah dipesan. Padahal biasanya kos di Cabean, Bangunharjo, Sewon, itu selalu penuh. Lantaran lokasinya berada di tepi Jalan Parangtritis.

Sedangkan pemilik kos di Jalan Ki Ageng Pemanahan, Kragilan, Tamanan, Banguntapan, yang enggan namanya dikorankan rela menurunkan harga kos. Namun potongan tarif kos disesuaikan oleh pria 63 tahun itu dengan kemampuan penghuni. “Tarif normalnya Rp 600 ribu, saya kurangi sesuai kemampuan orang tua penghuni kos,” sebut pemilik kos dekat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kampus IV ini.

Sementara itu, Kabag Hukum Setda Bantul Suparman menyebut, pemilik kos harus memperhatikan Peraturan Bupati (Perbup) Bantul No 117/2020 tentang Perubahan Atas Perbup No 79/2020 tentang Adaptasi Kebiasan Baru Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19. Dalam penyelenggaraan kegiatan, masyarakat harus patuh prokes. Termasuk saat menggelar kegiatan edukasi atau pendidikan. Seperti mendaftarkan kegiatan, menyediakan sarana dan prasarana, menjaga jarak, menegakkan disiplin prokes, dan memastikan lingkungan bebas Covid-19.

Penghuni kos yang ingin kembali ke Bantul harus memperhatikan kesehatannya. Penghuni wajib mengisi laporan online melalui portal pendataan pelaku perjalanan. Dapat menunjukkan hasil tes swab, rapid test, atau rapid antigen. “Serta melakukan karantina mandiri,” tegasnya. (fat/laz)

Bantul