RADAR JOGJA- Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul mengejar kuantitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pemkab. Sebab, kuantitas ASN masih kurang. Terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.

Kasubid Formasi dan Pengadaan Pegawai BKPP Bantul Jazari Hisyam menyebut, banyak sekolah dasar (SD) di Bumi Projotamansari kekurangan guru. Terutama guru kelas.

”Di tenaga teknis pun juga kekurangan,” jelas Hisyam, sapaannya, di ruang kerjanya Senin  (28/12).

Pemkab Bantul, kata Hisyam, sebenarnya pernah dua kali mengajukan formasi CPNS ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Persisnya pada 2018 dan 2019. Pemkab mendapatkan 565 formasi pada 2018. Namun, yang terpenuhi 552 formasi. Setahun berikutnya jumlah formasi yang diberikan Kemenpan-RB bertambah. Pemkab mendapatkan 601 formasi. Dari jumlah itu, 594 formasi terisi. Tujuh formasi lainnya di bidang kesehatan dan teknis tak terpenuhi.

”Dari awal memang tidak ada pendaftar yang memenuhi syarat,” ucap Hisyam menyebut penyebab tujuh formasi tak terisi.

Kendati begitu, penambahan SDM melalui jalur CPNS itu masih kurang. Lantaran pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan pemkab yang memasuki pensiun juga tak sedikit. Saban tahun ada 500 hingga 600 PNS yang memasuki purnatugas.

Karena itu, BKPP berencana mengajukan usulan formasi ke Kemenpan-RB. Menurut Hisyam, tidak ada usulan formasi CPNS pada 2020. Namun, belakangan Kemenpan-RB memutuskan bahwa usulan formasi CPNS 2020 dan 2021 digabung. Berdasar estimasi sementara, BKPP mengajukan 1141 formasi. Namun, tidak semuanya melalui jalur CPNS.

Ya, ada rekrutmen PPPK dalam usulan formasi itu. Hisyam mengungkapkan, ada kebijakan guru perihal pengisian tenaga guru. Berdasar kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kemenpan-RB, seluruh tenaga guru pada 2021 diisi PPPK.

”Jumlah usulan kami, PPPK sekitar 700-an. Sisanya CPNS. Tapi, jumlah itu masih dinamis,” ungkapnya.

Saat ini, Hisyam menyatakan, BKPP juga sedang menunggu hasil proses rekrutmen PPPK dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Itu merupakan hasil proses seleksi pada 2019. Ada 180-an peserta yang mendaftar seleksi ini. Namun, yang lolos hanya 177 orang. Itu pun hanya 175 yang diproses hingga akhir. Lantaran satu peserta meninggal dunia. Satunya mengundurkan diri.

”Prosesnya PPPK sekarang menunggu verifikasi dan validasi BKN,” jelasnya.

Hisyam memastikan, 175 PPPK yang mayoritas tenaga guru ini bakal mendapatkan surat keputusan (SK) pada Januari 2021. Pun dengan 594 peserta CPNS yang lolos. Sebab, pengusulan nomor induk pegawai (NIP) sudah diajukan November lalu.

”SPMT (surat tugas melaksanakan tugas) ditandatangani Pak Sekda Januari,” katanya. (*/zam/sky)

Bantul