RADAR JOGJA  –  Area publik Stadion Sultan Agung (SSA) masih tertutup bagi warga. Itu terlihat dengan gerbang SSA yang masih tertutup rapat.

Penutupan SSA, awalnya direncanakan sampai gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020, pada 9 Desember lalu. Karena belum dibuka, warga belum leluasa memanfaatkan stadion kebanggaan masuarakat Bumi Projotamansari.

Salah satu warga Kustadi,39, mengaku cukup keberatan dengan ditutupnya SSA. Pria yang kesehariannya berjualan bakso tusuk ini mengais rejeki dari pembeli yang beraktivitas di area SAA.

Warga Ponggok II, Trimulyo, Jetis, Bantul mengungkapkan, bisa meraih omset sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu saat sunday morning (sunmor) di SSA. ”Sekarang cuma sekitar Rp 200 ribu. Turun drastis banget,” keluhnya ditemui saat berjualan kemarin (27/12).

Kustadi hanya tahu, ditutupnya SSA buntut kericuhan yang terjadi awal bulan lalu. Untuk mencegah bentrok lebih luas, SSA pun ditutup. ”Katanya habis pilkada mau dibuka, tapi sampai sekarang belum. Saya jadi cuma mengandalkan orang lewat yang mampir buat beli sama warga dekat sini,” sebutnya.

Sedangkan salah seorang warga, Titis Widyatmoko justru merasa lebih nyaman dengan ditutupnya SSA. Meskipun akses masuk ke SSA jadi tidak leluasa.  Untuk bisa masuk, dirinya harus melewati celah pagar terlebih dahulu. ”Sulit sih, tapi kami paham kondisinya. Kalau dibuka, kami justru ragu mau ke sini,” cetusnya.

Menurutnya, bila SSA dibuka untuk menggelar sunmor,  akan terjadi penumpukan massa. Hal itu akan berpotensi pada penularan Covid-19 di masa pandemi. ” Jadi nggak papa seperti ini, yang penting jaga jarak dan pakai masker,” ujar warga Nitikan, Kota Jogja itu.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis menyebut, penutupan SSA tidak berpatok pada penyelenggaraan pilkada atau pemilihan lurah desa (pilurdes) 2020. Dia pun belum menyebutkan kepastian kapan SSA akan kembali dibuka. ”Belum tahu sampai kapan, tunggu perkembangan Covid 19,” jelasnya.

Dikatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul masih prihatin terkait perkembangan Covid-19 di Bantul. Di mana dinilai masih mengkhawatirkan. Setiap harinya, penambahan jumlah selalu cukup banyak. Sehingga, pemkab belum bisa memastikan pembukaan SSA.

Seperti dikerahui, Bantul sendiri, saat ini menyandang zona merah Covid-19. Terdapat 444 warga yang diisolasi akibat terkonformasi Covid-19. Total sudah sebanyak 2.736 warga Bantul terkonfirmasi Covid-19. Sebanyak 2.214 dinyatakan sembuh dan 78 orang meninggal dunia. (fat/bah)

Bantul