RADAR JOGJA – Nyala sebuah api dimaknai Wakil Kepala Kepolisian DIY (Wakapolda DIY) Brigjen Pol Raden Slamet Santoso SH SIK seperti jiwa polisi. Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-50, Rabu (16/12), lulusan Akpol 1992 ini meluncurkan buku perdananya. Bertajuk Polisi Iku Urup: Geni Ing Panggonan.

“Buku ini bercerita sesuai judulnya, kami sebagai manusia yang menjadi seorang polisi harus hidup. Dalam arti bisa memberikan penerangan dan memberikan terang kepada masyarakat luas,” papar Brigjen Pol Raden Slamet usai peluncuran bukunya di Baturetno, Banguntapan, Bantul Rabu (16/12).

Wakapolda DIY Brigjen Pol Raden Slamet Santoso SH SIK

Brigjen Pol Raden Slamet lantas menjabarkan, api yang ditaruh pada tempatnya akan menjadi baik. Namun, bila tidak dikelola dengan baik akan menjadi mala petaka. “Jadi buku ini bercerita tentang filosofi api itu sendiri, yang berkaitan dengan tugas polisi di berbagai daerah,” ujarnya.

Brigjen Pol Raden Slamet menyebut, masyarakat saat ini dimudahkan untuk memperoleh informasi. Namun disayangkan, kemudahan informasi juga memberi ruang pada hoaks. Maka satu-satunya cara untuk melawan hoaks, masyarakat harus rajin membaca. “Buku ini sangat memotivasi dan menginspirasi. Dan memberikan gambaran bagi kita semua jangan sampai termakan hoax, termakan berita negatif,” sebut mantan Kapolresta Jogja itu.

Diharapkan, buku Polisi Iku Urup: Geni Ing Panggonan, dapat menambah bacaan masyarakat. Sebab dengan pembacaan, akan tumbuh pengetahuam dan pemahaman. “Setelah itu bisa diimplementasikan. Maka kami mengajarkan masyarakat lebih banyak atau rajin membaca. Sebagaimana iman saya, ayat pertama yang keluar di Alquran adalah Iqra, bacalah,” jelasnya.

Dengan begitu, sisi lain Polisi Republik Indonesia (Polri) dapat terlihat. Seperti usaha mencerdaskan maayarakat, membimbing masyarakat, dan melindungi masyarakat. Bukan hanya menegakkan hukum. Proses pembuatan buku, disebut memakan waktu hampir tiga bulan. Dari mulai mengumpulkan literasi, diskusi, kemudian penyusunan. “Kesulitan menyusun, (mencari kesesuaian, Red) filosofi yang ada, yang kami terapkan dalam dunia atau implementasikan, itu agak butuh tenaga,” ucapnya.

Buku direncakan dijual bebas. Mantan Wakil Direktur Lalu Lintas Polda DIY itu pun mengucap terima kasih pada penerbit yang telah membantu, Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan Koa Koa. “Buku ini sudah sejak lama kami rencanakan. Kami (rilis) bertepatan demgan ulang tahun saya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu hadir Ketua Masyarakat Digital Jogja (Masdjo) Eko Nuryono. Menurutnya, buku Polisi Iku Urup: Geni Ing Panggonan memberikan narasi baru tentang polisi. Terdapat sisi kepolisian yang narasinya jarang terungkap, seperti pemikiran, pengalaman, mutiara moderat, dan perjalanan selama berkarir. “Ini sesuatu yang luar biasa. Saya sangat apresiasi dan mengucapkan selamat. Semoga ini bukan buku terakhir. Ditunggu karya berikutnya,” ucapnya.

Turut hadir pula Ketua Dewan Redaksi Radar Jogja Amin Surachmad. Dia menyebut, buku merupakan karya masterpiece seseorang. “Buku Polisi Iku Urup merupakan bukti. Kami sebagai pembaca (merasa, Red) buku ini, narasinya positif. Menggambarkan filosofi Jawa urip iku urup. Buku ini insiratif dan reaktif. Mungkin tidak tersirat, tapi pasti dilaksanakan. Nilai semangat kearifan lokal sangat tercermin di buku. Ini, saya sangat apresiasi. Saya saja membuat buku tidak pernah jadi,” tuturnya. (fat/pra)

Bantul