RADAR JOGJA – RSUD Panembahan Senopati (RSPS) menutup sementara waktu pelayanan instalasi gawat darurat (IGD), terhitung mulai Senin (14/12) hingga besok (16/12). Penutupan akibat tiga dari pekerjanya terkonfirmasi Covid-19.

Humas RSPS Siti Rahayuningsih menjelaskan, ada beberapa tenaga kesehatan (nakes) yang berkontak erat dengan pasien konfirmasi Covid-19. Para nakes ini pun telah menjalani tes usap. Sehingga membutuhkan waktu untuk karantina, setidaknya sampai hasil tes turun.
“Kami juga perlu melakukan sterilisasi alat yang ada di IGD dan ruangan itu sendiri,” ujar Senin (14/12).

Dikatakan, pihak RSPS telah memberitahukan keadaan tersebut pada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul. Selain itu, RSPS melalui laman dan media sosial resminya memberitahukan, IGD tidak dapat memberikan layanan. Maka otomatis RSPS tidak menerima permintaan layanan. ”Untuk sementara waktu pula, warga diminta untuk beralih ke RS lain, jika membutuhkan pelayanan gawat darurat. Termasuk dari PSC, PMI, atau ambulan LSM,” ucapnya.

Diungkapkan, nakes IGD RSPS konfirmasi Covid-19, awalnya terpapar rekan sejawat di luar lingkungan kerja. Demi kenyamanan, semua nakes yang bekerja di IGD diminta menjalani tes usap. “Kontak dengan pasien terkonfirmasi Covid-19 di luar (lingkungan RSPS, Red), sama si teman-teman IGD. Kebetulan sejawat. Jadi kontak bukan di IGD kami. Tapi tetap memutuskan menghentikan layanan. Selain itu dengan desinfeksi, akan memberikan kenyamanan lebih bagi yang mengakses IGD,” jelasnya.

Salah seorang pasien RSPS, Rifa mengaku tidak takut untuk tetap pergi ke layanan kesehatan tersebut. “Saya tahu dari stories teman, katanya IGD tutup. Tapi menurutku, penanganan di sini bagus. Kalau saya terlalu takut, imun malah turun,” sebut perempuan 25 tahun itu.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis pun membenarkan, tiga personel IGD RSPS terkonfirmasi Covid-19. Masing-masing adalah seorang dokter, nakes, dan cleaning service. Sekitar 15 orang yang bekerja di IGD pun difasilitasi untuk tes usap. “Kalau tidak terlalu mendesak (pelayanan tetap bisa dilakukan, Red) diarahkan ke poli umum atau ke RS lain. Semoga tidak ada penambahan, sehingga Rabu sudah bisa dilakukan pembukaan kembali,” ucapnya. (fat/bah)

Bantul