RADAR JOGJA – Tenaga kesehatan (nakes) diprioritaskan menerima vaksin Covid-19. Setelah itu, warga tanpa komorbit dengan rentan usia 18-59 tahun dapat menerimanya.

Mereka dijaring melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). “Semua ada lapisannya, mulai nakes, warga tanpa komorbit pengguna BPJS, kalau tidak masuk BPJS tidak dapat. Kalau lolos, diberikan vaksin. Juknis pasti kami masih menunggu. Tapi semua berbasis BPJS,” papar Kepala Seksi (Kasi) Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul dokter Abed Nego dihubungi Radar Jogja Selasa (14/12).

Kendati begitu, dokter Abed mengaku belum mengetahu jumlah pasti vaksin yang akan diterima Bantul. Termasuk kapan vaksin akan diterima oleh Dinkes Bantul. Sebab saat ini pendataan masih dilakukan. “Jumlah vaksin yang akan datang belum pasti. Data sasaran masih kami hitung. Kalau sudah pasti kami ajukan ke pusat. Nanti berapa di Bantul yang awal, baru kami tahu,” ucapnya.

Saat ini, Dinkes Bantul masih menunggu petunjuk teknis (juknis) pemberian vaksin. Tapi dia mengaku sudah menerima pelatihan secara daring. Selain itu, dinkes melakukan perencanaan di kabupaten. Terkait pendataan sasaran vaksin, sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana (sarpras) yang dimiliki Bantul.

Tercatat, Bantul memiliki 27 puskesmas yang dapat diberdayakan. Ditambah dua rumah sakit (RS) pemerintah, yaitu RSUD Panembahan Senopati dan RSPAU Dr. S Hardjolukito. “Karena mereka sudah berpengalaman memberikan imunisasi. Jadi manajemen cold chain atau rantai dingin dan keahlian vaksinator sudah tidak diragukan lagi. Sembari ke depan, kami masih memiliki tahap sosialisasi dan penambahan pelatihan,” jelasnya.

Dijelaskan pula, peredaran vaksin di Bantul sepenuhnya di bawah pengawasan Dinkes. Cold chain Dinkes bekerjasama dengan instalansi farmasi Bantul. Di mana, vaksin dimasukkan dalam tempat penyimpanan bersuhu dua sampai delapan derajat celcius. “Jika datang, tidak menunggu waktu lama akan langsung didistribusikan. Karena ada penjadwalannya juga. Jadi tidak tertahan di kabupaten,” paparnya.

Terpisah, Humas RSUS Panembahan Senopati Siti Rahayuningsih pun mengaku sedAng melakukan pendataan. Nakes yang akan menerima vaksin Covid-19. Dia juga mengaku telah mengirim beberapa nakes untuk mendapat pelatihan pemberian vaksin Covid-19. Namun, dia belum dapat memastikan, RS-nya akan menjadi salah satu yang menyalurkan vaksin Covid-19 kepada masyarakat.

Diakui sejauh ini pihaknya belum tahu RS yang akan ditunjuk sebagai layakan kesahatan untuk melakukan vaksinasi masyarakat secara luas. Sejauh ini, RSPS hanya mengikuti arahan pemerintah. ”Tapi kami siap. Terlebih RS kami menangani penyakit infeksi emerging,” sebutnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis menyebut, proritas vaksin ditentukan oleh pemerintah pusat. “Prioritas vaksin, informasinya by name sudah ditentukan pemerintah pusat bahkan sudah disertai data penerima. Kapan datangnya belum tahu,” terangnya.

Sedangkan untuk lokasi penyimpanan, pemkab menyerahkan ke dinkes untuk persiapannya. ”Kami juga akan bekerjasama dengan Polres untuk pengamanan barang tersebut sampai ke pengiriman,” cetusnya. (fat/bah)

Bantul