RADAR JOGJA – Bau hangus masih tercium Minggu siang (6/12). Genangan air yang memadamkan kebakaran di SMPN 1 Jetis, pun masih tampak. Tiga kelas, dua laboratorium, dan satu gudang tersambar api. Kebakaran terjadi sekitar pukul 09.00 dan baru dapat dipadamkan dua jam setelahnya. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Penjaga SMPN 1 Jetis Hariyanto mengaku, kali pertama tahu sekolahnya terbakar berdasar laporan warga. Dia tinggal di Dusun Kertan RT 06, Sumberagung, Jetis. Dia dikagetkan oleh api yang berasal dari gudang sekolah saat sedang menggelar arisan di rumahnya. “Dia WA kemudian warga Kertan lainnya datang untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya,” ujarnya saat ditemui di SMPN 1 Jetis, Minggu.

Hariyanto yang panik menyusul anaknya untuk pulang. Pria 40 tahun itu juga mencoba menghubungi perangkat sekolah. Namun tidak ada yang menjawab. Dia kemudian menghubungi Polsek Jetis dan pemadam kebakaran. “Belum tahu penyebabnya apa. Tahu-tahu api besar. Ada tiga kelas, dua laboratorium, dan gudang yang terbakar. Kerugian sekitar Rp 2 miliar,” ungkapnya.

Salah satu kelas bahkan tinggal menyisakan arang. Kaca-kacanya juga pecah. Semua LCD milik sekolah pun terbakar. Laboratorium IPA dan bahasa, tersambar nyala api. Namun pemantik kebakaran belum diketahui pasti. “Sumber api belum tahu. Tapi mungkin dari listrik,” sebutnya.

Terpisah, Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono melaporkan, berdasar keterangan saksi, titik api diduga kali pertama muncul dari gudang. Tempat menyimpan kursi dari kayu dan plastik. “Coba dipadamkan ternyata tidak berhasil. Mereka baru melaporkan pukul 10.00 ke kantor. Dan, baru datang damkar. Yang terbakar, gudang, satu ruang kelas, ruang keterampilan dan laboratorium,” katanya.

Untuk memastikan sumber api, Wachyu menunggu hasil kajian laboratorium. Saat ini petugas tengah memerikasa lima orang saksi. Petugas juga memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP). “Kami sedang koordinasi untuk datangkan Labfor untuk lebih jelas penyebabnya. Tapi dugaan sementara, ada jaringan listrik yang sudah tidak bagus dari gudang,” paparnya.

Dilaporkan perkiraan kerugian Rp 2 miliar. Sebab membakar sembilan LCD dan proyektor, satu komputer, 16 kipas angin, dan gudang. “Untuk kerugian kami baru terima laporan saja. Nanti kami pastikan dulu kerugiannya. Kok bisa besar sekali. Karena tidak terlalu banyak kelas yang terbakar. Total fisik keseluruhan, SMP masih berdiri. Hampir 90 persen masih berdiri,” ujarnya. (fat/laz)

Bantul