RADAR JOGJA – Dalam kurun waktu hampir setahun, sebanyak sepuluh orang meninggal dunia terseret ombak di pantai di Bantul. Berdasar laporan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Bantul, terjadi delapan kasus laka laut di pantai yang ada di Bantul.

Kepala Pol PP Bantul Yulius Suharta menjelaskan, kasus tertinggi terjadi pada Februari sebanyak tiga kasus. Dua kasus terjadi pada Januari dan satu kasus terjadi pada September. “Pada kasus terakhir, korban dapat diselamatkan,” ucapnya ditemui di kantornya Jumat (27/11).

Ditekankan, petugas berupaya tidak terjadi lagi laka laut. Agar itu tidak terjadi, dibutuhkan kerjasama dengan masyarakat. Hal itu untuk membangun kesadaran bahwa keselamatan jiwa adalah tanggung jawab bersama. Sebab harus disadari, pesisir Pantai Selatan Bantul unik. Sebab berbeda dengan wilayah pantai lainnya. “Di sana ada palung, dan informasi yang didapat palung itu berpindah-pindah,” jelasnya.

Selain laka laut, penerapan protokol kesehatan (prokes) turut menjadi perhatian. Sebab wisatawan dinilai belum tertib. Ketika bermain air, wisatawan kerap tidak pakai masker. ”Itu menjadi tugas yang kami limpahkan pada teman-teman Satlinmas Rescue Istimewa wilayah III dan IV,” sebutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul Kwintarto Heru Prabowo menyebut tengah memberikan pelatihan kerawanan laka laut terhadap petugas. Pelatihan dilakukan di beberapa titik. Guna antisipasi dan deteksi fenomena gejala laut, seperti perpindahan palung. “Ini bagian dari respon beberapa kali kecelakaan di tahun ini di pantai,” tegasnya.

Kwin percaya, keberadaan petugas yang ada cukup mumpuni. Namun, pelatihan tetap dirasa perlu, guna mengintensifkan pemahaman petugas. Seperti tanda-tanda ombak dan waktu-waktu tertentu. Serta membuat petugas lebih hafal terhadap kondisi alam. “Kami buat pelatihan menangani laka laut. Dan mengingatkan sesuai standar keselamatannya. Artinya ini bagian dari ikhtiar kami menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan di pantai. Sekalipun hasilnya Allah yang menentukan,” ucapnya.

Sementara Koordinator SAR Satlinmas Wilayah IV Dwi Rias Pamuji menyebut, sudah memasang rambu peringatan pada lokasi rawan kecelakaan dan bahaya. “Rambu berbentuk plakat maupun tulisan berbentuk papan yang kami tanam di pinggiran pantai tempat palung,” paparnya.

Selain itu, petugas turut mengawasi penerapan prokes oleh wisatawan. Seperti menganjurkan wisatawan menggunakan masker. Serta sesering mungkin cuci tangan dan jangan bergerombol. (fat/bah)

Bantul