RADAR JOGJA – Musim penghujan menjadi kendala tersendiri bagi pengelola objek wisata (obwis). Khususnya bagi obwis yang berada di area perbukitan seperti Hutan Pinus di Mangunan, Dlingo, Bantul. Pengunjung obwis diliputi rasa was-was, sebab tanah menjadi licin.

Salah satu pengunjung yang mengeluh adalah Rahma. Perempuan 19 tahun itu terlihat berhati-hati saat melangkahkan kakinya. Padahal dia sudah memilih sepatu yang menurutnya nyaman. “Soalnya tanahnya merah, sepatu jadi licin, agak takut,” sebutnya kepada Radar Jogja Minggu (22/11).

Kendati begitu, Rahma mengaku cukup senang. Lantaran wisatawan asal Solo, Jawa Tengah ini sudah lama ingin mengunjungi Hutan Pinus. “Ya walaupun harus hati-hati. Soalnya jalannya juga menanjak dan kami cuma naik motor ke sini,” ucapnya.

Sementara pengunjung lain, Mardho Mahusain, 20, berharap pemerintah memperhatikan infrastruktur obwis. Sebab, menurut mahasiswa asli Papua ini, obwis tidak hanya dikunjungi oleh pemuda, tetapi oleh semua umur. “Ya kalau kami muda, nggak masalah. Tapi ada juga pengunjung yang sudah tua. Menurut saya cukup mengkhawatirkan kalau tanahnya licin,” cetusnya.

Koordinator Lapangan Pengelola Hutan Pinus Nanang Pasetyo, 32, menyebut obwisnya sudah memiliki jalur lintasan. Sehingga mengurangi risiko tergelincirnya pengunjung. Tapi, jalur lintasan baru terpasang di obwis utama. Sementara lahan parkir belum dilakukan pengerasan. “Yang sering jatuh di lahan parkir kalau hujan, karena di sana belum ada pengerasan. Cuma pakai pasir,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengklaim sudah melakukan sosialisasi. Terkait keamanan lokasi wisata saat musim penghujan. “Kami sudah menyampaikan sejak sebulan lalu. Menginstruksikan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan di musim penghujan,” sebutnya saat ditemui di kantornya Senin (23/11).

Disebutkan pula, instruksi turut disampaikan pada pengelola obwis yang berada di bantaran sungai. Merespon adanya peringatan dini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Untuk mengantisipasi banjir, tanah longsor, badai, dan petir. “Kami sampaikan untuk mengetatkan protokol kesehatan (prokes) di obwis,” tandasnya. (cr2/bah)

Bantul