RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menggelontorkan Rp 115 miliar untuk penanggulangan Covid-19. Dimana, alokasi dana terbesar saat ini digunakan untuk memfasilitasi shelter.

“Jika ‘amunisi’ habis, kami langsung mengajukan permohonan, dan pemkab merespon dengan cepat,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Budi Raharja ditemui di Gedung DPRD Bantul Senin  (23/11).

Agus tidak dapat memastikan angka detail yang telah diterima dinasnya, dalam penanggulangan Covid-19. Dijelaskan, sampai hari ini, pihaknya terus memberikan pelayanan ruang isolasi. Baik di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) dan satelitnya. ”Semua kami support sebagaimana shelter yang ada. Termasuk adanya shelter khusus yang ada di dalam pondok pesantren (ponpes),” paparnya.

Dikatakan, Pemkab Bantul hadir untuk mendukung sesuai porsinya. Yaitu membantu melakukan pengadaan ruang isolasi di gedung yang ada di ponpes. Diungkap, ponpes menjadi salah satu konsentrasi utama penanganan Covid-19 di Bantul. Untuk mengendalikan penularan lebih masif, penghuni ponpes yang sehat dipisahkan dengan yang terkonfirmasi Covid-19. “Yang positif kami tempatkan di shelter yang terpisah dengan masyarakat lain. Atau kami tempatkan di shelter pengadaan masyarakat, tapi terpisah dengan masyarakat yang belum terpapar,” jelasnya.

Namun, penghuni ponpes yang terkonfirmasi Covid-19 umumnya tidak memiliki gejala. Sehingga dalam 14 hari dapat dinyatakan sembuh. Kendati klaster di ponpes lain mulai tumbuh. “Mulai ketemu, satu tempat sembuh. Satu tempat ada shelter baru, karena banyak yang positif. Jadi itu yang selalu kami lakukan. Pada prinsipnya, kami tetap menjalankan tracing, testing, dan treatment,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis menyebut, Pemkab Bantul menggelontorkan dana sebesar Rp 115 miliar. Dana tersebut dialirkan pada sektor kesehatan sebesar Rp 92 miliar. Sudah terealisasi sekitar Rp 73,4 miliar dan sisa Rp 18,5 miliar. Pada sektor ekonomi dialirkan Rp 1,4 miliar dengan realisasi Rp 1,3 miliar, sisanya Rp 100 juta. Untuk bidang sosial Rp 21,5 miliar, realisasinya 20 miliar, sisanya Rp 615 juta. “Jadi dari total anggaran Rp 115 miliar terealisasi Rp 95,7 miliar, sisanya Rp 19,2 miliar,” paparnya. (cr2/bah)

Bantul