RADAR JOGJA – Forum Peduli Demokrasi (FopDek) Bantul mewanti-wanti kepada pasangan calon (paslon) yang bertarung di Pilkada Bantul, untuk tidak menodai peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional dengan menjadikannya ajang kampanye. Mengingat, keduanya paslon yang akan berlaga di pilkada adalah orang-orang yang pernah memiliki jabatan strategis, dalam pemerintahan di Bantul.

“Netralitas aparatur sipil negara (ASN) terutama guru dapat dijaga, sehingga dapat meningkatkan marwah demokrasi di Bantul,” ujar Ketua FopDek Bantul Rohadi Winarta saat jumpa pers di Saka Tembi, Jetis, Bantul Senin (23/11).
Oleh sebab itu, FopDek akan mengawal kegiatan hari jadi bagi korps guru tersebut. Sehingga siapapun kepala daerah yang terpilih, akan lebih terlegitimasi dan mampu membawa perbaikan tata kelola pembangunan di Bantul.

Meski belum ada indikasi keterlibatan guru dalam kampanye pilkada, namun upaya pencegahan dirasa perlu. Mengingat, edaran dari PGRI Bantul memuat rangkaian kegiatan berupa zoom, bersama ketua PGRI Bantul Totok Sudarto. “Ini kami soroti. Tapi saya tidak mengarahkan, Pak Totok terindikasi atau tidak. Kami berharap, keseluruhan, calon lainnya dalam konteks HUT ini jangan sampai menggunakan kesempatan itu. Jangan sampai kehikmatan dan kesakralan HUT PGRI menjadi ajang yang tidak benar,” cetusnya.

Ditekankan pula, konteks HUT PGRI ke-75 dan Hari Guru Nasional adalah kegiatan besar. Terdapat rangkaian kegiatan yang berpotensi dapat disalahgunakan. “Dan kebetulan, ada salah satu calon merupakan pengurus PGRI. Kami berharap, jangan sampai tingkat netralitas guru menurun,” harapnya.

Ketua MKKS SMK Bantul HM Temu Panggih Raharja, mengimbau paslon jangan sampai melakukan upaya untuk mempengaruhi guru. Dalam kaitan membawa keterlibatan guru dalam kampanye pilkada. “Berilah guru penghargaan untuk meningkatkan profesionalitas, tidak dibawa ke pilkada,” ucapnya.

Kendati begitu, Temu yakin para guru paham tentang politik. Bila ada yang mencoba melibatkan diri dalam kampanye pilkada akan menerima sanksi. “Karena belum lama ini, ada sosialisasi untuk ASN, terutama guru, tidak boleh melibatkan diri dalam Pilkada Bantul,” ungkapnya.

Selanjutnya, Temu mengajak guru untuk menjadikan HUT PGRI ke-75 dan Hari Guru Nasional menjadi momentum evaluasi diri. Sejauh mana peran guru untuk mempertahankan atau meningkatkan mutu pendidikan dalam situasi pandemi Covid-19. “Karena keluhan dari masyarakat dan wali murid, anak ingin masuk sekolah,” tandasnya. (cr2/bah)

Bantul