RADAR JOGJA – Dua  organisasi kemasyarakatan (ormas)   keagamaan Islam terbesar  Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) menjalin ukhuwah islamiyah di tengah hangatnya persiapan ajang pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Bantul.

Muhammadiyah dan NU bersepakat untuk menyeru kepada umat Islam dan segenap masyarakat Kabupaten Bantul bahwa pilkada merupakan ajang kontestasi kepala daerah yang sudah dilaksanakan secara periodik berkali-kali. Sehingga tidak perlu disikapi secara berlebihan.

Orang nomor satu di lingkungan NU Bantul, KH Damanhuri, menyatakan bahwa yang punya gawe  pilkada ini adalah kita semua, seluruh masyarakat Bantul. Para calon diusung oleh partai politik, bukan diusung oleh ormas seperti NU dan Muhammadiyah. ”Prinsipnya kebebasan dan kerahasiaan menurut pertimbangan masing-masing rakyat yang berhak pilih,” jelasnya.

Sedangkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bantul, H Sahari menambahkan bahwa Muhammadiyah dan NU itu gerakan dakwah amar makruf nahi munkar. Bukan organisasi politik praktis. ”Sehingga kami bersamamerasa berkewajiban untuk menjaga ukhuwah islamiyah sebagai sesama lembaga dakwah. Sebagai lembaga dakwah, kami tidak boleh berpihak secara politik hingga terkesan terpecah-belah sebab hal itu dapat membingungkan umat,” tegasnya. (cr2/bah/rg)

Bantul