RADAR JOGJA – Tuntutan Serikat Buruh Independen (SBI) PT Kharisma atas tunggakan upah, tunjangan hari raya (THR), dan tunjangan pemutusan hubungan kerja (PHK) hampir terpenuhi. Setelah melakukan mediasi yang cukup alot, pihak perusahaan akhirnya memenuhi beberapa tuntutan para buruh.

Tercatat, pembayaran upah tersisa dua termin. Dengan jatuh tempo 27 November dan 11 Desember 2020. Dimana, masing-masing besarannya 25 persen dengan besaran sekitar Rp 450 juta. Sementara THR akan diberikan pada 168 pekerja, dengan jumlah sekitar Rp 260 juta, paling lambat diberikan pada 31 Desember 2020.

“Proses ini berjalan sebagaimana perjanjian bersama akan berakhir Desember 2020,” sebut Penasehat Hukum SBI Totok Sugiyanto saat jumpa pers di Ingkung Pak Budi Pajangan, Bantul Senin (16/11).

Khusus tunggakan PHK, Totok menyebut, masih dalam musyawarah. Pihaknya tengah berkoordinasi bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul. “Karena selama ini dinas sudah memediasi kami dalam kaitannya upah dan THR,” ujarnya.

Selain itu, SBI juga memiliki tuntutan terkait dengan program Jaminan Hari Tua (JHT). Tuntutan ini pun masih berjalan. “Jadi memang proses bertahap. Mengingat dari PT Kharisma tidak memungkinkan memenuhi secara keseluruhan. Prosesnya sudah lama. Tapi karena beberapa tafsiran kami musyawarahkan bersama,” paparnya.

Diharapkan, PT Kharisma segera memenuhi perjanjian bersama, bila memiliki kemampuan. Sehingga, tidak harus sampai menunggu batas akhir perjanjian, “Kalau ada dana atau apapun untuk memenuhi perjanjian bersama, tidak perlu sampai Desember. Ini menjadi langkah yang lebih baik. Walau kesepakatan sampai Desember,” ucapnya.

Ketua SBI PT Kharisma Agus Setiawan, mengunkapkan sejauh ini perjanjian bersama berjalan lancar. “Ke depannya, semoga yang lain segera terselesaikan,” sebutnya.

Direktur PT Kharisma Endang Riwayatin mengapresiasi progres penyelesaian sengketa berjalan dengan baik. ”Kemajuan yang luar biasa,” ucapnya singkat. (cr2/bah)

Bantul