RADAR JOGJA – PT Pos Indonesia mulai menyalurkan BST sejak Senin (9/11) lalu. Tetap dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, para penerima BST diwajibkan untuk memakai masker hingga mematuhi jadwal pengambilan. Jika melanggar tidak dilayani.

Kepala Kantor Pos Besar Jogjakarta Arif Yudha Wahyudi menyebut, dalam penyaluran bantuan sosial tunai (BST) untuk warga terdampak pandemi Covid-19 ini tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes).

Mulai dari kewajiban menjalankan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak hingga mengatur jadwal pengambilan supaya tidak terjadi kerumunan.

“Para petugas pun juga wajib mengenakan faceshield dan jaga jarak saat melayani,” kata Arif saat ditemui Sabtu (14/11).

Untuk menghindari kerumunan pun, PT Pos Indonesia membuat jadwal pengambilan. Sejak awal pendistribusian, dibuat tiga jalur penyaluran, yaitu dengan datang ke kantor pos terdekat, menggunakan komunitas di beberapa desa serta mendatangi ke rumah keluarga penerima manfaat (KPM).

Diperuntukkan khusus kelompok lansia, sakit maupun sudah jompo. Sudah dijadwalkan pengambilan dengan surat undangan. “Supaya tidak menimbulkan kerumunan,” jelasnya.

Menurut dia, ada aturan tegas yang diterapkan. Yaitu, jadwal pengambilan BST harus sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Tak hanya itu, lanjut Arif, saat pengambilan bagi KPM yang tidak menjalankan 3M serta tidak sesuai jadwal, tidak akan dilayani. “Kalau KPM datang tanpa masker atau diluar jadwal juga tidak kami layani,” tegasnya.

Kantor Pos Besar Jogjakarta melayani sekitar 60.950 KPM di Kabupaten Sleman, Kota Jogja, dan lima kecamatan di Bantul, yaitu Sewon, Banguntapan, Kasihan, Piyungan dan Sedayu.

Arif menyebut, dari laporan yang masuk tidak ada pelanggaran prokes yang dilakukan penerima. “Karena ini juga sudah tahap delapan, sejak penyaluran tahap pertama sudah tegas menjalankan prokes,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinsos DIJ Endang Patmintarsih mengatakan, dari hasil evaluasi bersama PT Pos Indonesia dan perbankan penyalur BST sudah ditegaskan untuk menerapkan prokes.

Dari laporan, petugas juga sudah tegas menolak warga penerima BST yang melanggar prokes atau tidak sesuai jadwal. “Sejak awal sudah diingatkan untuk tetap menerapkan prokes,” katanya. (*/naf/ila)

Bantul