RADAR JOGJA – Masa pandemi, RSUD Panembahan Senopati Bantul terus gencar melakukan gerakan preventif terhadap penularan Covid 19 di dalam lingkungan rumah sakit. Pembentukan Duta Kresna menjadi salah satu bukti nyata.

Duta Kresna merupakan sebuah transformasi dari satuan tugas sebelumnya yang kerap disebut agen of change (AOC). Mulai Maret 2020, AOC berubah menjadi Duta Kresna. Anggotanya berjumlah kurang lebih 30 orang. Berasal dari semua unsur yang ada di rumah sakit.

”Secara garis besar Duta Kresna bertugas untuk mensosialisasikan dan mengedukasi pelanggan terkait era kehidupan new normal,” jelas Ketua satuan tugas Duta Kresna, Purwanto Senin (9/11).

Dahulu, tugas AOC adalah sebagai pembuat terobosan dan inovasi. Inovasi dalam hal apapun, yang bertujuan membuat pasien dan pengunjung terlayani dengan baik dan nyaman. Ketika satuan tugas tersebut sudah berubah menjadi Duta Kresna, tugasnya adalah untuk membuat pasien aman dari terpapar wabah Covid 19.

Tugas Duta Kresna dimulai dari sosialisai dan edukasi tentang gerakan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M). Setelah itu, baru memberikan pemahaman cara-cara yang baik dan benar tentang penerapan 3M kepada pelanggan.

Purwanto menjelaskan, alur dari ketika pelanggan datang hingga pulang sudah diatur. Ketika pelanggan datang, diajak cuci tangan dahulu. Cuci tangan pun harus dengan cara yang benar sesuai anjuran Kementrian Kesehatan. “Dengan cucitangan yang benar, harapannya kuman yang menempel itu sangat sedikit,” ujarnya.

Kemudian, sosial distancing dan physical distancingnya juga diatur. RSUD Panembahan Senopati Bantul juga sudah mengubah insfratuktur agar sesuai standar new normal. Misalnya, beberapa kursi khusus pelanggan sudah ditandai dengan tanda silang agar tidak digunakan.

“Ketika saat menunggu proses menyelesaikan pembayaran dan pengambilan hasil foto, maka pelanggan diminta duduk sesuai tempat duduk yang tidak ada tanda silangnya. Agar tidak terjadi kerumunan,” tandasnya.

Tugas terpenting Duta Kresna adalah edukasi terhadap pelanggan terkait cara penggunaan masker. Menurut Purwanto, memakai masker harus tepat. Tidak hanya digantungkan tapi harus benar-benar menutup dari hidung sampai mulut.

“Menjadi point yang tersendiri pentingnya. Karena sekali batuk, orang tersebut dapat mengeluarkan berjuta-juta milimikron virus. Misalnya ketika orang tersebut positif Covid 19 maka akan mengakibatkan penularan yang sangat siginifikan sekali,” jelasnya.

Tujuan akhir dari pengaturan era new normal ala Duta Kresna ini adalah agar semua standar pencegahan Covid-19 yang telah diterpakan oleh pemerintah dapat membumi. Menjadi budaya kehidupan sehat bagi seluruh aspek dan lini RSUD Panembahan Senopati.

“Dengan terus digencarkan program-program seperti ini, pelanggan pun diharapkan dapat terbiasa dengan pola hidup sehat,” tuturnya.(**)

Bantul