RADAR JOGJA – Yogyakarta International Airport (YIA) dipercaya beri dampak positif terhadap geliat perekoniman di Bantul. Keberadaannya seperti menjadi gerbang datangnya wisatawan.

“Pasca pandemi, wisatawan Bantul akan bertambah, karena 30 persen penumpang yang ada di YIA, diharapkan jadi segmen Bantul,” ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul Kwintarto Heru Prabowo ditemui usai penandatanganan MoU dengan Angkasa Pura I dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul di YIA.

Diharapkan,  Bantul kelak bukan hanya menjadi daerah persinggahan saja. Tapi, wisatawan menjadikan Bantul sebagai lokasi tujuan wisata.

Sementara Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DKUKMP) Agus Sulistiyana menyebut, keuntungan pelaku UKM akan lebih banyak. “Ekspor di Bantul, pintunya jadi lebih dekat, lewat YIA,” ujarnya.

Bantul mengekspor tidak kurang dari 200 kontainer per bulan. Bahkan, selama pandemi geliatnya tetap eksis. “Se-DIJ, ekspor Bantul masih 60 persen, mungkin lebih,” imbuhnya.

Namun, tidak semua produk yang dikirim adalah karya warga Bantul. Oleh karena itu, DKUKMP berencana untuk membuat pelatihan. “Supaya yang tadinya ekspor bukan produk Bantul, jadi produk Bantul,” cetusnya.

Penjabat Bupati Bantul Budi Wibowo mendorong, adanya sertifikasi ekspor makhluk hidup. Sebab Bantul memiliki produk ikan hias dan unggas. “Bagaimana menjadikan Jogja pintu ekspor. Selama ini, unggas Indonesia, harus disertifikasi dulu ke Singapura, sebelum dikirim ke Eropa dan Amerika,” keluhnya.

Ditambahkan pula, YIA merupakan peluang besar bagi investasi di Bantul. “Saat ini kami fokus pada inovasi baru di bidang pariwisata,” tambahnya. Untuk itu, pemkab berharap, YIA dapat menjadi faktor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan Bumi Projotamansari.

Menanggapi, Pts General Manager YIA Agus Pandu Purnama menyampaikan, keberadaan YIA adalah peluang besar bagi masyarakat. PT Angkasa Pura I sebagai pengelola YIA akan mendukung dan selalu terbuka dalam mengembangkan sektor perekonomian dan pariwisata di daerah Jogjakarta dan sekitarnya. “Semoga kerjasama ini dapat meningkatkan efektivitas pemberdayaan koperasi dan kKM di Bantul, serta mampu meningkatkan Koordinasi dan komunikasi dalam mengembangkan media informasi, baik di sektor pariwisata maupun sektor lainnya,” harapnya. (cr2/bah)

Bantul