RADAR JOGJA – Sebanyak 133 santri dan pengasuh pondok pesantren (ponpes) di Krapyak, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul terkonfirmasi positif Covid-19. Hal tersebut diketahui setelah tracing yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul pada 28 Oktober dan 3 November. Untuk itu Pemerintah Desa Panggungharjo menerapkan karantina mandiri dan pembatasan aktivitas di kawasan ponpes tersebut. 

“Kami telah memberlakukan karantina mandiri untuk satu kompleks dan memberlakukan pembatasan aktivitas di 17 kompleks lainnya di Pondok Krapyak,” jelas Lurah Desa Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi, Kamis (5/10).

Wahyudi mengatakan sejauh ini para santri dan pengasuh yang positif dalam kondisi yang baik dan tidak bergejala Covid-19.

Selain pembatasan aktivitas, pihaknya juga memaksimalkan layanan melalui media sosial, dan aplikasi WhatsApp untuk memantau perkembangan dari masing-masing santri dan pengasuh. Sejumlah logistik, hand sanitizer, masker, dan alat belajar mengajar pun didistribusikan.

“Di tengah situasi merebaknya wabah Covid-19, pemerintah desa harus tetap hadir dan berupaya memberikan pelindungan kepada warga, termasuk santri dan pengasuh yang tinggal di wilayah Desa Panggungharjo. Perlindungan warga menjadi prioritas utama kami,” ungkapnya. 

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santoso, menyebutkan total ada tambahan 139 kasus baru di wilayahnya, Kamis (5/11). Sebagian besar dari hasil tracing di ponpes tersebut.

“Insyaallah semua dalam kondisi baik. Penanganan sudah dilakukan dengan koordinasikan kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, pihak institusi pendidikan dan pemerintah desa,” kata Joko.

Di wilayah DIJ total ada penambahan 168 kasus baru positif Covid-19. Juru Bicara Pemda DIJ untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menyebutkan sebagian besar temuan kasus baru didominasi hasil screening sektor pendidikan. 

“Untuk hari ini ada penambahan 168 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di DIJ. Sehingga jumlah kasus positif (COVID-19) di DIJ sebanyak 4.140 kasus,” katanya, Kamis (5/11).

Berty merinci, distribusi kasus di Kota Jogja ada 10 kasus, Kabupaten Bantul 139 kasus, Kabupaten Kulon Progo dua kasus, Kabupaten Gunungkidul satu kasus dan Kabupaten Sleman ada 16 kasus. (sky/tif)

Bantul