RADAR JOGJA – Sosok dalang wayang kulit, almarhum Ki Seno Nugroho dikenal sederhana dan dekat dengan semua orang. Walau memiliki titel dalang tersohor, namun pria berusia 48 tahun tak berjarak dengan generasi yang lebih muda darinya. Sikap hormat juga dia tunjukan kepada senior-seniornya dalam dunia pewayangan.

Manager Ki Seno, Gunawan Widagdo menuturkan, sosok Ki Seno sangatlah tak berjarak. Tak segan dia berbagi ilmu tentang dunia pewayangan. Terutama dalam melesat wayang kulit di tengah dinamika modernisasi saat ini.

“Pak Seno itu orangnya low profile tidak pandang usia baik muda dan tua. Semua dirangkul, momong mulai dari kru, keluarga dan masyarakat. Kami kehilangan sekali,” jelasnya ditemui di kediaman rumah duka Dusun Gayam, Argosari, Sedayu, Bantul, Rabu pagi (4/11).

Dalam dunia pewayangan, Ki Seno tak sungkan srawung dengan generasi muda. Terkenal sebagai dalang milenial, Ki Seno memiliki ciri khas yang berbeda. Walau berangkat dari pewayangan klasik, namun dia tak ragu mengemas wayang kulit menjadi lebih segar.

Walau begitu, pakem pewayangan kulit klasik tetaplah melekat. Hanya saja upaya pelestarian tetap mengemas suasana yang lebih segar. Tujuannya agar penggemar wayang kulit dari generasi muda terus muncul.

“Ki Seno sudah melekat sebagai sosok dalang milenial. Gaya pewayangan ini agar bisa dipahami segala usia. Tapi pakem tetap dibawa. Gaya ini bisa dicontoh dalam melestarikan wayang kulit tanpa meninggalkan pakem yang sudah ada,” katanya. (dwi/ila)

Bantul