RADAR JOGJA –  Status tanah, menjadi perhatian khusus dalam pengembangan pariwisata di JJLS. Tanpa adanya status kepemilikan tanah yang jelas, pengembangan tidak dapat dilakukan.

“Status harus jelas kepemilikannya. Setelah itu kami baru bisa masuk,” sebut Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bapedda) Bantul, Isa Budi Hartomo beberapa waktu lalu.

Untuk itu, Bappeda Bantul bersama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) sedang melakukan pemetaan. “Sekarang jadi kelihatan, itu (tanah yang akan digunakan untuk Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS, Red) punya siapa,” cetusnya. Dengan demikian, pemerintah baru dapat mencari solusi, untuk dapat menggunakan tanah tersebut. Atau melakukan pembebasan lahan. Baik dengan cara dibeli atau disewa.

Pengembangan pariwisata di JJLS ini sejatinya merupakan megaproyek di Bantul yang ditangani oleh pemerintah pusat. Sementara Pemkab Bantul melalui Bapedda hanya menjadi mediator. Untuk menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat.

Dalam skema yang direncanakan, pemilik tanah akan diundang. Untuk dapat mengetahui keinginnya. Pemilik ingin terlibat atau tidak. “Saran kami, tanah disewa, supaya mereka (pemilik tanah) tetap memiliki, bisa mendapat penghasilan, dan bisa diwariskan,” ujarnya.

Kendala pembebasan lahan, diharapkan Isa dapat segera rampung. Sehingga proyek JJLS juga dapat segera terealisasi. “Jalan yang naik gunung itu (kelok 18, Red) juga belum digarap. Padahal itu penting,” sebutnya. Karena dapat menangkap luberan wisatawan dari arah timur. “Harapannya selesai pada 2023-2024. Kira-kira 2024 selesai di akses. Selain itu, persiapan wilayah juga selesai,” imbuhnya.

Diungkapkan, rampungnya JJLS pun ditunggu oleh investor. “Posisi hari ini, investasi yang akan masuk sudah antre,” tegasnya.

Terpisah, Lurah Parangtritis, Topo menyebut warganya tidak ada masalah dengan masterplan pengembangan pariwisata di JJLS. Bahkan antusiasme warga disebutnya positif. “Bagus kok, sampai sekarang tidak ada permasalahan,” ujarnya. Namun, Topo berharap pembangunan dibicarakan bersama arus bawah. (cr2/pra)

Bantul