RADAR JOGJA – Gelombang tinggi merusak empat bangunan warung di Pantai Depok, Bantul. Setidaknya ada sembilan warung yang kemudian dibongkar oleh petugas SAR Satlinmas Rescue Istimewa Pantai Depok bersama warga, untuk dipindah ke utara.

”Itu masalah palung yang menggigis bibir pantai. Bukan abrasi,” papar anggota SAR Satlinmas Rescue Istimewa Pantai Depok Sukirjo saat dihubungi Minggu (1/11). Sebanyak empat warung yang terdampak gelombang tinggi, berada di dekat palung. Sehingga, saat ombak menghempas dengan kencang, bangunan turut tersapu.

Runtuhnya Bangunan, disebut oleh Sukirjo terjadi tiga hari lalu. Di mana gelombang mencapai ketinggian lima meter. “Kami juga sudah membongkar sembilan warung,” sebutnya.

Untuk sementara, barang-barang warga yang berada di bibir pantai dipindah ke sisi utara. Warga akan dibantu untuk mengusung kembali barangnya bila gelombang sudah landai. “Ya, karena faktor alam, bagaimana lagi,” ujarnya. Kendati begitu, gelombang tinggi tidak mengakibatkan korban jiwa.

Terpisah, salah satu warung yang sebagian bangunannya longsor, tampak masih beroperasi. Beberapa pelanggan, justru tampak penasaran dengan mendekati area longsor. Tampak pula, beberapa karung berisi pasir dijajar pada bagian longsor.

Pemilik Warung, Sujirah menganggap kejadian terbut hal yang biasa. Dia tidak tahu, jika terjadi fenomena La Nina. ”Ini sudah tiga kali, tahun kemarin juga, tapi tahun ini paling parah,” ujarnya.

Surijah belum memutuskan, tindakan apa yang akan dia lakukan. Sebab dia masih menunggu gelombang reda. “Besok kalau ombak sudah bagus saya bangun. Sementara biar seperti itu,” tandasnya.

Sementara itu gelombang tinggi yang terjadi di laut selatan membuat aktivitas pencarian ikan menurun. Dari total 40 perahu yang ada di Pantai Depok, Bantul, tujuh perahu yang tetap memberanikan diri melaut.

”Padahal, musim ikan sudah datang. Itu pun baru hari ini ada yang berani melaut,” sebut Ketua Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Depok Tarmanto.

Gelombang paling tinggi, disebut Tarmanto terjadi Kamis (29/10) dan Jumat (30/10) lalu. Akibatnya, nelayan tidak ada yang berani melaut. Padahal musim ikan biasa datang mulai Oktober. “Ini sudah musim ikan. Tapi terpengaruh oleh cuaca dan gelombang tinggi. Jadinya tidak bisa melaut,” keluhnya.

Dijelaskan, nelayan yang nekat melaut, membawa hasil tangkapan cukup banyak. ”Ada yang jual (hasil tangkapannya di TPI, Red) sampai Rp 1 juta,” ungkapnya.

Terpisah, nelayan Pantai Depok, Agus Subowo mengaku memaksakan diri melaut. Sebab sudah tiga hari dia libur. “Keuangan menipis,” ucapnya. Agus, berhasil menjala sekitar 80 kilogram ikan. Mayoritas ikan teri. Sebagian lain layur. (cr2/bah)

Bantul