RADAR JOGJA – Gempita Hari Sumpah Pemuda diperingati dengan cara yang unik. Kendati tidak dilakukan tepat pada hari peringatan, namun tetap berjalan khidmat.

Ratusan pesepeda berjajar di pematang Kali Oya, Imogiri Bantul. Tepatnya di bawah Jembatan Kedungjati, penguhubung Selopamioro-Sriharjo. Mereka mengangkat hormat seraya menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Empat orang di atas jembatan bertugas membentangkan Sang Merah Putih berukuran 26 meter × 16 meter. Tampak pula tujuh orang di atas jembatan, memastikan agar keempat rekannya aman. Di atas kali, bersiap dua perahu dan empat kayak. Menjemput petugas yang berhasil menuruni jembatan untuk membentangkan bendera dari atas jembatan ke kali.

Prosesi berlanjut, petugas memimpin peserta upacara untuk mengucapkan sumpah pemuda. Tapi, sumpah yang diucapkan, menegaskan pada pentingnya menjaga kali. Karena itu, disebut Sumpah Pemuda Pemangku Sungai Indonesia.

Isinya, Kami putra dan putri pemangku sungai-sungai Indonesia, mengaku bertumpah darah satu. Bahu membahu menjaga tanah air sungai untuk hak seluruh makhluk yang ada di dalamnya. Kami putra dan putri pemangku sungai-sungai Indonesia, Mengaku berbangsa yang satu. Bangsa besar yang mewarisi budaya leluhur yang memiliki ribuan sungai. Kami putra dan putri pemangku sungai-sungai Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa alam untuk sungai yang lestari.

“Ada sedikit yang kami ubah teksnya (dengan teks Sumpah Pemuda asli, Red). Tujuannya untuk menggugah kesadaran bersama untuk tetap melestarikan sungai,” jelas Panitia Pelaksana Kegiatan Anggi Teguh ditemui usai prosesi upacara kemarin (29/10).

Karenanya, setelah pembacaan sumpah, panitia upacara juga melakukan sosialisasi. Untuk melakukan pelestarian sungai. Juga melakukan kegiatan yang aman di sungai.

Sosialisasi aman berkegiatan di kawasan sungai dilakukan dengan pemasangan alat pertolongan sederhana. Berupa jeriken lempar dan poster keselamatan sungai di wisata sungai Srikeminut dan Selopamioro Adventure Park. “Kami berharap, timbul kesadaran untuk merawat dan melestarikan sungai dari masyarakat. Di sisi lain masyarakat juga dapat berkegiatan dengan aman di kawasan sungai,” harapnya.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Komunitas sepeda federal Jogjakarta Brayat Kidul bersama dengan Mapala UPN “Veteran” Yogyakarta, Pemerintah Desa (Pemdes) Sriharjo dan Pemdes Selopamioro. Setidaknya ada 500 orang yang terlibat dalam kegiatan ini.

Sementara anggota komunitas sepeda federal Yogyakarta Brayat Kidul, Abid Hanif, mengaku tertarik mengikuti acara ini karena merasa perlu untuk terus memupuk semangat pemuda Indonesia dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda. Menurutnya semangat itu penting untuk dijaga agar terus mempersatukan berbagai keragaman di masyarakat. “Kami bertekad untuk terus mengobarkan tekad menjaga kekompakan, sekaligus juga peduli terhadap lingkungan dan alam kita,” tegas Abid. (cr2/bah)

UNIK : Komunitas pesepeda memperingati Sumpah Pemuda di bawah Jembatan Kedungjati, penguhubung Selopamioro-Sriharjo. Dalam peringatan Sumpah Pemuda mereka saling mengingatkan untuk menjaga kondisi sungai.

Bantul