RADAR JOGJA –Polres Bantul mengamankan enam orang. Menyusul bentrokan di depan sebuah rumah di simpang tiga Cepit, Pendowoharjo, Sewon, Bantul. Diduga bentrokan ini terkait masalah internal kepengurusan Pemuda Pancasila (PP) Bantul.

“Kami mengamankan enam orang yang kami duga dari kelompok penyerang, kami masih dalami keterlibatan mereka,” ujar Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono, ditemui di Polres Bantul, Rabu (28/10).

AKBP Wahyu menyebut, petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai kejadian. Petugas turut mengamankan serpihan kaca, dua kendaraan roda empat milik pihak penyerang dan satu unit sepeda motor sebagai barang bukti.

Tapi, AKBP Wahyu belum dapat memastikan. Siapa yang salah, berikut motif dari bentrok yang terjadi. Termasuk adanya dugaan kasus tersebut merupakan masalah internal PP maupun dengan kejadian sebelumnya di Madukismo, Kasihan, Bantul. “Kami akan mengusutnya sampai tuntas,” janjinya.

Diimbau, semua pihak menjaga diri. Terlebih Bantul sedang dalam situasi Pemilihan Kepala Daerah ini agar tidak mudah terpancing dan terprovokasi. “Tetap percayakan penyelesaian persoalan pada penegak hukum, kami akan bekerja semaksimal mungkin,” tegasnya.

Masing-masig pihak punya versi sendiri-sendiri dari kejadian tersebut. Salah satu koordinator pawai simpatik PP DIJ Haris Setiawan mengatakan, PP DIJ saat itu mengadakan pawai simpatik dalam rangka memperingati HUT ke-61. Namun saat rombongan pawai melintasi Jalan Bantul, tepatnya di pertigaan Cepit, Pendowoharjo, Sewon konvoi kendaraan di barisan belakang mendadak mendapatkan lemparan batu dan benda-benda tumpul dari arah beberapa sudut rumah di areal tersebut. “Mereka menyerang kami dari arah tiga rumah, mereka bersembunyi di dalam. Namun kami kemudian membalas dengan lemparan batu,” terang Haris, yang saat kejadian berada di lokasi.

Sedang Ketua MPC PP Bantul Doni Bimo Saptoto menuturkan, sekitar pukul 13.00 ada rombongan yang mengenakan seragam PP lewat depan kantornya. Mereka melempari kantor Doni dengan batu dan membawa batangan besi. Ketika rombongan itu turun dari kendaraannya, Doni bersama enam orang lainnya melakukan perlawan. “Kami kalah banyak, tapi Alhamdulillah bisa kami kendalikan. Korban satu, Endarto. Sekarang opname masuk RS,” jelasnya. (cr2/pra)

Bantul