RADAR JOGJA – Sedikitnya 20 warga berkumpul di Pantai Parangkusumo untuk menyuarakan aspirasinya Kamis (22/10). Ini menyusul putusan Pengadilan Negeri (PN) Bantul yang memenangkan Pemkab Bantul dalam sengketa dana hibah Persiba senilai Rp 11,6 miliar (15/10). Namun belum inkrach karena Idham Samawi selaku penggugat mengajukan banding. Sengketa pun menjalar ke ranah politik.

“Siapa pun yang terpilih (sebagai bupati Bantul, Red), wajib mengamankan uang itu,” cetus Koordinator Gerakan Peduli Amanat Rakyat (Geplak) Bantul Sigit Priyono Harsino Putro dalam aksinya di Pantai Parangkusumo, Kamis (22/10). Sebagai simbol melawan tindak koruptif, ormas ini pun melakukan sebuah seremoni. Menendang bola ke arah Samudera Hindia.

“Buang koruptor ke laut,” sebut pria yang akrab disapa Grenjeng itu. Dipilihnya bola dalam seremoni, karena dana hibah yang dipersengketakan menggunakan cabang olahraga (cabor) bola. “Korupsi dengan dalih apapun tidak diperbolehkan. Seremoni menendang bola ke laut sebagai simbol, korupsi harus diberantas sampai ke akarnya,” tegasnya.

PANAS: Seremoni penendangan bola sebagai simbol melawan korupsi di dunia olahraga. Foto bawah, massa berkumpul di Pantai Parangkusumo untuk menyuarakan aspirasinya (22/10).(SITI FATIMAH/RADAR JOGJA)

Sekretaris Masyarakat Transparansi Bantul (MTB) Rino Caroko dalam orasinya mengklaim, aksi dilakukan oleh seluruh warga masyarakat. Aksi menjadi momen pegiat anti korupsi merespons putusan PN Bantul atas gugatan Idham Samawi kepada Pemkab Bantul. “Kalau di media sosial selalu dikaitkan dengan pilkada, saya meluruskan bahwa ini tidak ada kaitannya dengan politik,” klaimnya.

Untuk itu, Rino mengajak warga Bantul untuk bergabung bersama. Mengapresiasi putusan PN Bantul dalam proses awal. Dan, bersama-sama mengawal proses sengketa dana hibah Persiba setelah diajukan banding. “Uang rakyat dan uang negara yang akan diminta kembali oleh penggugat. Jangan sampai itu terjadi,” ketusnya.

Terpisah, Alfinnas Briyan Sutrisno menyebut medsos memanas. Sebab, serangan lewat medsos sudah terjadi dengan menggunakan isu dana hibah Persiba. “Isu Pilkada Bantul panas. Serang menyerang antarpaslon tentang dana Persiba,” ungkapnya. (cr2/laz)

Bantul