RADAR JOGJA – Memenuhi janji pada almarhum sang papa, Verakey hijrah dari Jakarta ke Jogja, Januari lalu. Dia mendapat mandat untuk menemani sang mama agar tidak hidup sendiri. Jabatan sebagai marketing manajer di salah satu perusahaan air minum pun ditinggalkan. Banting setir, dia memilih profesi sebagai penyedia jasa reparasi boneka.

SITI FATIMAH, Bantul, Radar Jogja

Verakey memang sangat menggemari boneka. Ibu satu putera itu bahkan lupa sejak kapan dia menggemari boneka. “Pokoknya dari kecil,” ujarnya, lantas tertawa.

Sampai di usianya ke-41, Verakey bahkan masih membeli boneka. Minimal satu setiap bulan. “Kalau yang ini, saya titip saya teman, waktu dia ke Thailand,” ungkapnya, seraya menunjuk salah satu boneka yang terpajang di sudut ruang tamu.

Profesi sebagai penyedia jasa reparasi boneka ditekuni Verakey berbekal keahliannya dalam painting. Boneka lama miliknya, iseng dipoles kembali. Selesai, dia kemudian mengunggah hasil reparasinya. “Ternyata responnya bagus. Malah ada yang minta buat direparasikan. Dari situ saya berpikir, ternyata ini bisa dijadikan peluang,” ujarnya dengan mata berbinar.

Awal Maret, Verakey membulatkan niat untuk sepenuhnya terjun menjadi penyedia jasa reparasi boneka. Dia memasang tarif Rp 500 ribu sampai Rp 5 juta untuk sekali reparasi. “Padahal modalnya hanya Rp 300 ribuan,” kata dia menyembunyikan senyum.

Ia menggunakan cat akrilik impor untuk reparasi. Sementara bagian tubuh seperti tangan dan kaki boneka yang rusak, dicarikannya dari rongsokan. “Saya punya supplier khusus. Mereka saya pesan untuk menyimpan boneka rusak atau boneka yang sudah tidak utuh,” jelasnya.

Kemampuan mereparasi boneka, ternyata hanya ditekuni oleh lima orang di Indonesia. Mereka tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali dan Jogja. Verakey adalah salah satunya, dan menjadi satu-satunya penyedia jasa reparasi boneka di DIJ. Pelanggan Vera pun sudah sampai ke luar negeri. “Paling banyak dari Singapura,” sebutnya.

Selain reparasi boneka menjadi lebih cantik, ia ternyata juga menerima reparasi dan pesanan boneka creepy. Khusus untuk itu, pesanannya sampai ke Thailand. Tapi, beberapa tokoh indigo Indonesia juga mendatanginya, untuk dibuatkan boneka creepy khusus. Biasanya, Verakey menyelesaikan satu boneka dalam 3-4 hari. Omzet yang didapat pun mencapai belasan juta rupiah per bulan.

Ketika Radar Jogja bertandang ke kediaman Verakey, Perumahan Griya Kunden Astini, Combongan, Jambidan, Banguntapan, dia sedang menerima tamu. Dia adalah Ari Yuliningsih. Ari datang membawa tiga boneka milik anaknya yang kini duduk di bangku kuliah semester tiga. “Inginnya boneka milik saya jadi cantik seperti punya Mbak Key,” ujarnya, seraya memegang salah satu boneka yang bagian rambutnya botak.

Ari mempercayakan boneka-boneka putrinya pada Verakey karena harga yang dipatok tidak terlalu mahal. Selain itu, jasa reparasi boneka di DIJ yang dijumpai oleh Ari hanyalah Verakey. “Boneka ini dari anak saya usia tiga tahun. Karena banyak kenangannya, jadi saya minta tolong ke Mbak Key (sapaan akrab Verakey, Red) buat dibenerin,” ucapnya. (laz)

Bantul