RADAR JOGJA – Sejumlah warga Bantul melakukan perayaan atas putusan Pengadilan Negeri (PN) dalam sengketa dana hibah Persiba senilai Rp 11,6 miliar pada Kamis (15/10). Sejumlah kelompok masyarakat merayakannya dengan pemotongan tumpeng.

Salah satu kelompok yang bersukacita atas kemenangan Pemkab Bantul dalam sengketa dana hibah Persiba Bantul adalah warga Dusun Nglarang, Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul. “Karena dana itu milik rakyat, maka dikembalikan ke rakyat,” sebutnya sebelum acara dimulai Sabtu (17/10).

Sebagai rakyat Bantul, Tukiman merayakannya dengan membuat tumpeng. Tumpengan, sebagai wujud rasa syukur, atas kembalinya uang rakyat. Perayaan itu, bagian dari apresiasi warga Bantul atas menangnya gugatan. Warga berharap dana hibah Persiba, bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat di hari kemudian. ”Kalau dana bisa dimanfaatkan oleh Pemkab untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat, Insyallah rakyat Bantul lebih sejahtera,” harapnya.

Diungkapkan, acara sedianya ingin dihadiri oleh banyak warga. Namun, mempertimbangkan protokol Covid-19, peserta dibatasi hanya 50 orang saja. Panitia pun menyediakan dua tempat cuci tangan serta mengatur jarak tempat duduk peserta. “Sebenarnya yang mau hadir banyak tapi dibatasi. Pertemuan terbatas, karena tidak boleh dengan warga yang banyak. Jadi dibatasi kegiatan dilakukan 50 orang,” ujarnya.

Selain itu, warga Gersik RT 03, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul juga menggelar pertemuan terbatas. Pertemuan dihadiri tidak sampai sepuluh orang. Senada, perwakilan warga Suwanto membuat tumpeng sebagai wujud syukur. “Uang rakyat sekitar Rp 11,6 miliar yang dimenangkan di PN Bantul (oleh Pemkab Bantul, Red), akhirnya kembali untuk rakyat,” tuturnya.

Pria 43 tahun itu pun berharap dana dapat dimanfaatkan sepenuhnya bagi rakyat Bantul. Guna pembangunan Bumi Projotamansari. “Warga sangat gembira dengan adanya putusan dari PN Bantul yang memenangkan putusan. Semoga tujuannya untuk kemakmuran dan pembangunan rakyat Bantul semua,” panjatnya. (cr2/bah)

Bantul