RADAR JOGJA – Laboratorium Ilmu Pemerintahan (LAB IP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Kembali menggelar seleksi perangkat desa, Sabtu (17/10). Kali ini Lab IP dipercaya sebagai pihak ketiga penyeleksi perangkat Desa Argodadi, Sedayu, Bantul.

Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, ujian seleksi dilaksanakan di Ros Inn Hotel dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Terlihat di berbagai titik terdapat hand sanitizer. Tak hanya itu, seluruh panitia dan peserta seleksi diwajibkan mengenakan masker serta face shield.

Seleksi perangkat Desa Argodadi ini dilakukan untuk mencari satu formasi yaitu Dukuh Padukuhan Cawan.

Kepala Desa Argodadi Eko Agus Harjo mengatakan, terdapat perbedaan antara pemilihan perangkat desa dengan cara lama dan bermitra dengan universitas. Pihaknya memilih UMY karena UMY telah terakreditasi A oleh BAN PT. Selain itu, kampus ini juga memiliki laboratorium yang komplet. Mata kuliah yang diajarkan pun sesuai dengan kompetensi pemilihan Pamong Desa. Karenanya, UMY telah beberapa kali mendampingi pemilihan Perangkat Desa.

“Kalau yang pemilihan langsung itu kan tidak memandang calon itu berkualitas atau tidak. Yang penting punya duit, punya teman kan begitu. Tapi kalau dari perguruan tinggi dengan cara seperti ini akan diketahui kapasitas dan track record nya. Jadi kami memang betul-betul mencari pemimpin paling bawah itu yang memang bisa memajukan dusun-dusun” ujarnya.

Dia juga berharap calon yang terpilih nanti dapat memiliki kemampuan baik kemampuan individu maupun kemampuan dalam bermasyarakat.

Sementara itu, Koordinator Lab IP UMY Sakir Ridho Wijaya mengungkapkan, tes calon perangkat desa terbagi dalam empat sesi, yaitu tes ujian tertulis, psikologi, wawancara, dan ujian praktik.

Praktik yang dilakukan di antaranya yaitu berpidato menggunakan Bahasa Jawa dan penguasaan komputer. Mewakili pihak penguji, Sakir berkomitmen untuk tidak menerima titipan dalam bentuk apapun dan menyelenggarakan seluruh rangkaian kegiatan.

“Kami dari UMY khususnya dari Ilmu Pemerintahan itu sudah punya komitmen tidak ada hal-hal titipan-titipan seperti itu” jelasnya.

Sakir Ridho Wijaya juga menjelaskan, kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat dan penguasaan teknologi informasi masih menjadi hal yang harus ditingkatkan dari para calon perangkat desa. Kegiatan seleksi perangkat desa ini diikuti oleh delapan peserta yang berusia antara 20-30 tahun.

Camat Sedayu Sarjiman, SIP, ME mengatakan, akan melakukan pendampingan terhadap calon yang terpilih mengingat usianya yang masih sangat muda.

“Sepengamatan saya proses kedewasaan juga butuh waktu. Artinya pemberdayaan, penguatan terhadap seorang sosok perangkat desa tentunya menjadi tugas dan kewajiban bersama antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan juga dinas kabupaten” jelasnya.

Dia berharap, calon perangkat desa yang terpilih nantinya dapat memajukan potensi yang ada di Padukuhan Cawan.

Ketua panitia seleksi perangkat Desa Argodadi, Wintala mengungkapkan, seluruh kegiatan berjalan dengan lancar baik untuk sosialisasi maupun pada tahap seleksi. Dia juga mengatakan perangkat desa yang terpilih akan diserahkan kepada lurah desa untuk direkomendasikan kepada camat dan ditetapkan serta dilantik oleh lurah desa.

“Harapan kami adalah mencari yang terbaik dari yang baik-baik karena dari kontestan hanya satu yang terpilih jadi harapan kita ini adalah hasil yang maksimal jadi nanti perangkat desa itu mempunyai kemampuan secara skill individu mauoun skill bermasyarakat.” Jelasnya.

Setelah seluruh rangkaian acara selesai, hasil seleksi langsung diumumkan pada saat itu juga dan para peserta seleksi dikembalikan ke pemerintah desa. Peserta yang memiliki nilai tertinggi diumumkan atas nama Hanu Lingga Purnama dengan total nilai 71, 38. (om1/ila)

Bantul