RADAR JOGJA – Petugas gabungan akan menertertibkan alat peraga kampanye (APK) mulai hari ini (14/10). Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul merilis adanya 157 pelanggaran pada Senin (12/10). Itu disampaikan pada kedua tim pemenangan pasangan calon (paslon), yang akan berlaga di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember mendatang.

Pemasangan APK diatur dalam PKPU No 11/2020 tentang Perubahan PKPU 4/2017 tentang Kampanye. Serta Peraturan Bupati (Perbup) No 112/2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, Serta Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja Bantul.

“APK merupakan metode kampanye yang cukup vital untuk memperkenalkan paslon kepada masyarakat,” sebut Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat, Sosialisasi, dan SDM KPU Bantul Musnif Istiqomah ditemui di kantornya Selasa (13/10). Karenanya, Musnif menyayangkan, APK yang dipasang tidak sesuai aturan. sebab keberadaannya justru akan menjadi sampah visual. Dan akan ditertibkan oleh petugas.

Terpisah, Ketua Tim Pemenangan Abdul Halim Muslih – Joko Budi Purnomo (Halim-Joko), Kusbowo mengklaim sudah menginstruksikan jajaran struktural partai dan relawan untuk melakukan penertiban APK. Dia juga mengklaim sudah menyampaikan pada relawannya, untuk memindah APK sesuai dengan PKPU yang berlaku. “Seperti yang terpasang di tiang listrik dan sebagainya, sudah kami instruksikan (untuk dipindah, Red),” sebutnya.

Senada, Ketua Tim Pemenangan Suharsono – Totok Sudarto (Noto) mengklaim sudah mengimbau koordinator kecamatan (korcam) untuk melakukan penertiban. Baik untuk APK yang terpaku di pohon atau di tiang listrik. “Artinya, memindahkan APK sebelum 14 Oktober, sebelum penertiban oleh petugas. Jadi sudah kami laksanakan,” ujarnya. (cr2/bah)

Bantul