RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menggelar tes usap masal terhadap seluruh jajarannya. Tercatat sudah delapan organisasi perangkat daerah (OPD) yang rampung menjalani tes. Sementara ada tiga OPD yang menunda jadwal tes.

“Bukan nggak mau (menjalani tes usap, Red) tapi menunda. Karena dia punya acara yang benturan dengan dinasnya,” sebut Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul dokter Sri Wahyu Joko Santosa dihubungi Kamis (10/1).

Pelaksanaan tes dilakukan sejak pertengahan September dan ditarget selesai sebelum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember mendatang. “Sebelum Pilkada insyallah semuanya selesai,” imbuh dokter Oki, sapaan akrabnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Budi Raharja menyebut terdapat 12 OPD yang telah menjalani tes usab. Terkait adanya OPD yang meminta penundaan, Agus sudah membuat laporannya. “Sekretaris Daerah (Sekda) yang akan menjadwalkan ulang,” sebutnya usai rapat evaluasi Gugus Tugas bulan September di Ruang Kerja Bupati Bantul kemarin.

Dia mengklaim OPD yang dijadwalkan semuanya dapat dimobilisasi. Kecuali berhalangan karena sedang menjalankan tugas ke luar daerah atau sakit. “Tapi secara prinsip tidak ada masalah. Kebijakan kami hanya melakukan tes dan melaporkan kegiatan,” paparnya.

Salah satu ODP yang meminta penundaan tes adalah Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul. Kepala Dinpar Bantul Kwintarto Heru Prabowo menyebut, alasan dinasnya meminta penundaan karena pada 27 September dinasnya memiliki kegiatan, dalam rangka perayaan Hari Pariwisata Dunia.

“Karena informasi awal, sebelum dan sesudah tes usap harus karantina selama tujuh hari. Sehingga kami merasa kesulitan, jika harus tutup. Kami minta maaf, teman-teman sedang sibuk. Kebetulan giat wisata juga tinggi,” ujarnya.

Permohonan penundaan tes, disampaikan Kwin kepada Sekda Bantul Helmi Jamharis. Permohonan tersebut telah disetujui. “Jadwal reschedule belum kami komunikasikan dengan dinas kesehatan dan gugus tugas. Kami akan menunggu,” sebut Kwin. (cr2/bah)

Bantul