‎RADAR JOGJA – Mengaku sebagai polisi, Setiyo Santoso Utomo, 38 menipu dan memeras Maslachul Muhlis, 26. Korban yang merupakan warga Desa Puspo, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah mengalami kerugian uang tunai Rp 1 juta dan dua buah gawai.

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi menuturkan, kejadian berawal ketika korban melintas di Jalan Imogiri Barat tepatnya di depan Sekolah Dasar (SD) Bungas, Desa Sumberagung, Jetis, Bantul, Rabu (16/9) sekitar pukul 14.00. Tiba-tiba korban dihentikan oleh seorang laki-laki berjaket yang mengendarai sepeda motor Honda ADV warna hitam dan pelat polisi. Pelaku mengaku sebagai anggota polisi dan mengancam akan memborgol korban jika melakukan perlawanan.

“Pelaku kemudian meminta korban untuk menyerahkan tas yang berisi dua gawai dan uang Rp1 juta serta surat-surat penting,” jelas Ngadi di Mapolres Bantul, Selasa (29/9).

Untuk meyakinkan korban, lanjut Ngadi, pelaku membonceng korban menuju depan kantor polisi. Namun, mereka hanya berhenti di depan Mapolsek Jetis.

“Setelah sampai di depan Mapolsek Jetis, pelaku kembali memboncengkan korban kembali ke depan SD Bungas dan korban diminta untuk menunggu dengan alasan ingin mengambil kunci dan berkas laporan,” ujarnya.

Setelah korban menunggu lama, pelaku tidak juga kembali. Kemudian korban melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Jetis. Tim Resmo Polres Bantul dan Unit Reskrim Polsek Jetis lalu melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi. Selain itu menganalisa rekaman CCTV sebagai bahan pendukung untuk mengungkap pelaku tindak pidana tersebut.

“Setelah mendapatkan bahan yang cukup akhirnya Tim Resmob Polres Bantul melakukan pencarian korban ke Madiun pada tanggal (26/9) dan berhasil menangkap pelaku dan dibawa ke Polres Bantul guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,” paparnya.

Dari tangan pelaku penyidik mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Honda ADV yang terpasang plat nomor dinas polisi, satu buah jaket hitam kombinasi hijau terdapat logo Polri, satu buah helm, dua buah gawai dan sejumlah kartu identitas milik para korban.

Atas perbuatannya, tersangka akan dikenakan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman penjara paling lama empat tahun dan pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman paling lama sembilan tahun penjara.

“Kami berharap jika ada masyarakat menjadi korban penipuan yang dilakukan orang yang mirip dengan tersangka dengan modus mengaku menjadi anggota polisi untuk segera melapor ke Polres Bantul,” tegasnya.

Sementara itu tersangka mengaku baru pertama kali melakukan kejahatan tersebut. Alasannya, kebutuhan ekonomi keluarga

“Modusnya menggunakan pakaian polisi agar korban percaya saja,” kata Warga Desa Oro Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Madiun, Jawa Timur ini.

Setiyo mengaku sengaja melakukan tindak kejahatan di luar Madiun agar tidak mudah dilacak. Dia menyasar korban yang secara acak.

“Kebetulan saya melewati jalan itu dan ada sasaran (korban Muhlis) ya langsung saya eksekusi,” ungkapnya. (sky/tif)

Bantul