RADAR JOGJA – Sempat mengilang selama masa pandemi, kejahatan menggunakan sejata tajam yang dilakukan oleh remaja atau dikenal klithih kembali terulang. Kali ini korbannya adalah Tegar Febriansyah, 18, seorang pelajar dan Famujianto, 20, wiraswasta. Keduanya warga Tekik RT 03, Temuwuh, Dlingo, Bantul.

Kronologi kejadian diceritakan oleh seorang warga Dlingo, Bantul Mbah Cekruk bermula dari korban yang baru pulang dari rumah temannya di Getas, Playen, Gunungkidul Sabtu (26/9) sekitar pukul 19.00. Saat melewati jembatan Getas, korban dipepet dan dibacok menggunakan clurit. Pelakunya empat orang yang terdiri dari Alfino, 15, pelajar SMK 03, Jogja warga Panggungharjo, Sewon, Bantul; Fernando Caesario, 19, pekerja swasta warga Ngadinegaran, Mantrijeron, Jogjakarta; serta Kaka dan Benjo (dalam lidik).

Akibatnya ulahnya itu, korban bernama Tegar pun mengalami luka di jari tangan sebelah kanan. Mendapat serang itu, korban balik arah kembali ke Getas, Playen, Gunungkidul untuk meminta pertolongan. Warga lantas melakukan pengejaran yang diduga pelaku. Warga pun yang berhasil diamankan dua orang di antaranya di wilayah Dlingo, Bantul. “Warga yang marah, ada yang mukul,” sebutnya.

Melihat kejadian itu, Mbah Cekruk menghubungi Polsek Dlingo. Sementara pelaku, Alfino dan Fernando diamankan di salah satu rumah warga. Saat dilakukan penjemputan oleh petugas, warga yang geram mencoba mengayunkan pukulan. Warga yang masih tersulut emosi pun berkerumun di halaman Mako Polsek Dlingo. “Setidaknya ada sekitar 500 orang,” ujarnya.

Guna mengantisipasi tindakan anarkis atau main hakim sendiri, petugas lantas mengevakuasi terduga pelaku. Pelaksanaannya dilakukan oleh personel gabungan Polsek Playen dan Dlingo, dengan masing-masing satu pleton. “Sekarang ditangani sama Polsek Playen. Kayaknya dua pelaku lagi juga sudah ketemu,” ungkapnya.Turut diamankan pula satu unit sepeda motor Scoopy warna coklat dengan nomor polisi AB 5377 SI. (cr2/pra)

Bantul