RADAR JOGJA – Semangat pro digital ditunjukkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantul dengan meluncurkan mesin anjungan dukcapil mandiri (ADM). Berikut sebagai tindak lanjut Permendagri No 19/2018 tentang Peningkatan Kualitas Layanan Administrasi Penduduk. Serta Permendagri No 7/2019 tentang Pelayanan Administrasi Secara Daring.

“Alat ini akan melengkapi kualitas kita masuk ke industri 4.0,” ujar Kepala Disdukcapil Bambang Purwadi Nugroho dalam sambutannya saat peluncuran ADM di Kompleks Parasamya I Bantul Rabu (23/9).

ADM dilengkapi oleh 18 fitur. Alat ini mampu melayani empat jenis dokumen. Antara lain e-KTP, kartu identitas anak (KIA), akte kematian, dan akte kelahiran. Tersedia duan mesin ADM di Bumi Projotamansari. Masing-masing satu alat di kompleks Parasamya I dan Parasamya II. Diklaim, mesin mampu memangkas jarak dan waktu pencetakan dokumen. “Kami urai sehingga tidak berkerumun di satu titik. Sehingga protokol kesehatan Covid-19 terpenuhi,” jelasnya.

Namun dengan catatan data untuk mengisi dokumen benar dan lengkap. Masuk menggunakan standard operational procedure (SOP) yang benar ke sistem. Serta tersedia jaringan internet yang lancar dan cepat. Permintaan penerbitan dokumen dapat diakses melalui aplikasi Dukcapil Smart. “Paperless, karena yang keluar sistem barcode,” sebutnya.

Terkait keamanan dokumen, Disdukcapil bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Sehingga fitur keamanan dari dokumen terlindungi. Karena terdapat kode tertentu yang menjadi pengaman. Alat ini pun diklaim mampu mengurai masa sampai 30 persen. Berdasar catatan, Disdukcapil Bantul dapat menerima sekitar 400 permohonan penerbitan dokumen per hari. Untuk jenis e-KTP, KIA, akta kematian, dan akta kelahiran. “Orang meninggal di Bantul, sehari bisa 60 orang, yang lahir 100 orang,” ungkapnya.

ADM mendapat apresiasi dari Bupati Bantul Suharsono. Dikatakan olehnya, pemerintahan yang baik harus bermuara pada peningkatan indeks kebahagiaan masyarakat. Terkait keberadaan ADM, diharapkan dapat memberi kemudahan dan mempercepat masyarakat mengurus administrasi kependudukan. “Terobosan ini juga sesuai dengan AKB, dari sistem luar jaringan (luring) yang rentan kontak fisik ke dalam jaringan (daring). Sehingga kita dapat memberikan pelayanan publik yang semakin baik namun aman dari virus Covid-19,” ucapnya. (cr2/pra)

Bantul