RADAR JOGJA – Mobil polymerase chain reaction (PCR) pesanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan datang November. Mobil dengan harga Rp 4,6 miliar ini awalnya direncanakan datang Desember mendatang. Mobil diyakini dapat menjadi solusi, antrean panjang hasil tes usap dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL).  “Mobil akan datang lebih cepat. Mungkin sekitar awal November,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Budi Raharja usai santap pagi di Angkringan Putri Kedaton, Minggu (20/9).

Mobil PCR penting untuk datang lebih cepat. Sebab kasus Covid-19 di Bumi Projotamansari terus meningkat. Sementara gerak Pemkab terhalang oleh hasil tes usap yang lama. Di mana Pemkab harus mengirim tes usap pasien ke BTKL. Dan baru memperoleh hasilnya sekitar tiga hari kemudian. “BTKL itu melayani DIJ dan Jawa Tengah, jadi menumpuk (data pasien yang harus diuji) di sana,” keluhnya.

Opsi selain melakukan pengadaan mobil PCR, disebut Agus adalah menyediakan gedung sebagai laboratorium. Namun hal itu dinilainya lebih sukar. “Kami memilih mobil, karena kalau menggunakan gedung harus mengubah dan memenuhi standar laboratorium biosafety level 2+ (BSL- 2+) susah,” ujarnya.

Sementara mobil PCR sudah memenuhi BSL-3. Sehingga daya kontaminasinya diklaim terjaga. Mobil pun memiliki kapasitas 450 pemeriksaan. Mobil diklaim pula dapat memangkas waktu pemeriksaan. Di mana hanya membutuhkan waktu satu jam untuk mendapatkan hasilnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) sekaligus Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul, Helmi Jamharis mengatakan keberadaan mobil PCR sangat dibutuhkan. “Dengan kami membeli mobil PCR ini sangat membantu pengungkapan,” ucapnya.

Untuk itu, Pemkab melakukan persiapan teknis. Dengan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang dilakukan oleh Dinkes. Nantinya, SDM akan menjadi tenaga kesehatan (nakes) yang beroperasi di mobil PCR. “Dengan asumsi sudah siap dengan segala sesuatunya dan siap membantu penanganan Covid-19 di Bantul,” tegasnya. (cr2/bah)

Bantul