RADAR JOGJA – Camping di alam terbuka menjadi tren saat ini. Hanya pesertanya diminta tetap memperhatikan lingkungan serta kemampuan dirinya. Supaya tidak ada lagi nyawa melayang saat camping.

Terpikat beningnya aliran Kali Oya, seorang mahasiswa Fakultas Biologi UGM justru tenggelam. Nyawa Ainur Rizqi, 22, warga Luwang RT 04, Pati, Jawa Tengah ini pun tidak tertolong.

Kronologi peristiwa tenggelamnya Rizqi, diungkap oleh salah satu rekannya Michael Jovian. Menurut dia, korban bersama rombongannya biasa berkemah di lokasi yang jauh dari perkotaan. Guna melakukan penelitian untuk tugas kampus tentang satwa endemik. Kali ini mereka memutuskan ke Sriharjo, Imogiri, Bantul. “Jadi ini bukan kegiatan kampus. Ini inisiatif kami untuk melakukan penelitian di sana,” jelas Jovian dihubungi Radar Jogja Minggu (20/9).

Saat teman-temannya mengeksplorasi daratan, Rizqi justru tertarik untuk menceburkan diri ke Kali Oya. Dengan alasan terpukau jenihnya kali. Sebelumnya, rombongan ini sempat mempertanyakan kemampuan Rizqi berenang. Rizqi pun meyakinkan, bahwa dia mampu berenang. “Soalnya kami nggak ada yang bisa berenang, kecuali dia (Rizqi, Red) dan ketua,” ungkapnya.

Rizqi juga menyebut jarangnya rombongan ke Sriharjo. Sehingga waktu kunjungan harus dimanfaatkan maksimal. Merasa yakin, rombongan itu tidak risau saat Rizqi memasuki kali. Ditambah pandangan mata, kali tampak tenang dan tidak dalam. “Airnya cuma sepinggangnya Rizqi,” sebut Jovian. Namun, tiba-tiba Rizqi minta tolong. Rombongan ini awalnya sempat mengira Rizqi bercanda. Tapi setelah diperhatikan, ternyata Rizqi betul-betul membutuhkan pertolongan. “Kami teriak-teriak terus minta tolong ke warga. Dan kami nggak ada yang tahu alasan Rizqi tenggelam,” imbuhnya.

Sekitar 30 orang warga sekitar membantu pencarian Rizqi di Kali Oya. Saat ditemukan, tubuh Rizqi sudah lemas. Rizqi sempat mendapat pertolongan pertama dan dilarikan ke RSUD Panembahan Senopati. “Tapi setelah di RSUD, korban dinyatakan meninggal dunia,” sebut Komandan SAR DIJ Distrik Bantul Bondan Supriyanto. (cr2/pra)

Bantul