RADAR JOGJA – Dari 13 pasien yang meninggal akibat Covid-19 di Bantul, satu pasien tidak memiliki penyakit bawaan (komorbit).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Budi Raharja menjelaskan, saat ini tercatat sudah ada 581 orang pasien terkonfirmasi Covid-19 di Bumi Projotamansari. Pasien yang sembuh sebanyak 480 orang. Pasien isolasi sebanyak 88 orang. Dan meninggal 13 orang. Persentase kesembuhan sekitar 82 persen dengan persentase kematian sekitar 2,23. ”Persentase kematian pasien tanpa komorbit dari jumlah pasien dengan komorbit sebesar 7 persen,” terangnya.

Itu disebut Agus sebagai hal yang tidak menggembirakan. Terlebih penambahan kasus terus terjadi. “Tapi naiknya kasus berbanding lurus dengan tingkat kesembuhan. Balapan, positif dan sembuh linier,” paparnya.

Dijelaskan pula, sebagian besar pasien Covid-19 di Bantul adalah orang tanpa gejala (OTG). Umumnya, pasien dapat sembuh setelah mendapat perawatan sekitar 7-10 hari. Untuk itu, Agus meminta semua komponen masyarakat berperan aktif menanggulangi pandemi Covid-19.

Agus turut mengucapkan terima kasih pada semua kepala desa di Bantul. Sebab telah membantu penanganan Covid-19. Berikut menyediakan ruang dan fasilitas bagi pengguna Covid-19. “Tanpa peran pemerintah desa yang menyediakan diri, Bantul tidak akan mampu menjadi kabupaten yang lengkap dalam penanganan Covid-19,” sebutnya.

Guna lebih menggalakkan penanganan Covid-19, Dinkes Bantul melakukan pengadaan mobil PCR. Mobil yang dibanderol Rp 4,6 miliar ini memenuhi standar laboratorium biosafety level-3 (BSL-3). Sehingga daya kontaminasinya diklaim terjaga. Mobil ini memiliki kapasitas 450 pemeriksaan. Mobil juga diklaim dapat memangkas waktu pemeriksaan. Karena hanya membutuhkan waktu satu jam untuk mendapatkan hasilnya.

“Kami memilih mobil, karena kalau menggunakan gedung harus mengubah dan memenuhi standar BSL- 2+ susah,” ujarnya. Tapi mobil baru akan diterima oleh Dinkes Bantul pada Desember nanti.

Terpisah, Humas RSUD Panembahan Senopati Siti Rahayuningsih berkilah belum dapat mengungkapkan data jumlah pasien yang meninggal tanpa komorbit. “Saya nggak bisa ngomong sekarang. Data pasien harus crosscheck dulu,” ungkapnya.

Sementara Kepala Desa Sumbermulyo, Bambanglipiro, Bantul Anik Widanati menyebut sudah kewajiban semua komponen masyarakat untuk menanggulangi pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, desanya menyediakan gedung sebagai sarana isolasi. Gedung ini berkapasitas 20 orang. Saat ini ada 13 tenaga kesehatan (nakes) yang melakukan karantina di gedung itu. “Semoga pandemi segera selesai,” harapnya. (cr2/bah)

Bantul